B Focus Urban Life

Biaya Makan dan Minum Tak Lagi Dianggarkan dari Dana BOS, Guru di Banjarbaru Menyiasati Seperti ini

MUNCULNYA petunjuk teknis (juknis) No 3 tahun 2019 pada Maret silam tentang penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari Kementerian

Biaya Makan dan Minum Tak Lagi Dianggarkan dari Dana BOS, Guru di Banjarbaru Menyiasati Seperti ini
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (29/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - MUNCULNYA petunjuk teknis (juknis) No 3 tahun 2019 pada Maret silam tentang penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari Kementerian Pendidikan yang tidak menyebutkan lagi atau melarang biaya makan dan minum harian di sekolah jenjang SD dan SMP dianggarkan dari dana BOS masih menjadi pembicaraan hangat, khususnya di kalangan guru.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Banjarbaru, Nuralamsyah menjelaskan sesuai dengan Permendikbud No.3 tahun 2019 tentang Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler pada hal 32 dan seterusnya tentang komponen pembiayaan bos reguler pada SMP tidak ada tercantum alokasi makan minum harian pegawai.

"Maka setelah dikonfirmasikan ke disdik provinsi, jawabannya adalah tidak boleh dialokasikan pembiayaan makan minum harian pegawai, karena tidak ada di juknis. Kalau di juknis tahun lalu masih tercantum pengelolaan sekolah termasuk pembelian makan minum harian guru," kata dia.

Kepala SMPN 3 Banjarbaru, Fitriansyah mengatakan, banyak guru menyayangkan hal itu.

Baca: 7 Restoran Terbaik di Dunia Ternyata Terbuat dari Pesawat Bekas, Fairchild C-123 Hingga Boeing 737

Baca: Nazar Istri Ahmad Dhani, Mulan Jameela Lolos ke DPR RI, Eks Duet Maia Estianty Banjir Ucapan Selamat

Baca: Penyebab Syahrini dan Reino Barack Tutup Kolom Komentar Instagram Terungkap, Karena Fans Luna Maya?

Baca: SIM A Habis Masa Aktif Sejak 2017, Apa Saja Persyaratan Agar Dapat Aktif Lagi?

Baca: Penyebab Syahrini dan Reino Barack Tutup Kolom Komentar Instagram Terungkap, Karena Fans Luna Maya?

“Tapi karena ini berlaku untuk semua sekolah di Indonesia, mau tidak mau kami laksanakan," kata dia.

Sementara ini, lanjut Fitriansyah, setelah mengetahui tidak diperbolehkan lagi, pihak sekolah menyetop makan dan minum di sekolah untuk guru menggunakan alokasi dana BOS.

"Ada beberapa guru yang membawa dari rumah, ada juga yang membeli di kantin sekolah. Tapi kami masih bersyukur bahwa untuk makan dan minum kegiatan rapat masih diperbolehkan. Kami berharap pemko mungkin bisa memberi jalan keluar seperti daerah lain yang saya dengar, tahun depan mau menanggung uang makan dan minum guru, " kata Fitriansyah.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved