Berita Tanahlaut

BPBD Tanahlaut Masih Kekurangan Personel Lapangan Padamkan Karhutla, 2019 Kemarau Lebih Panjang

Hingga kini Kabupaten Tanahlaut masih belum bisa menambah jumlah petugas pemadam kebakaran lahan yang turun ke lapangan.

BPBD Tanahlaut Masih Kekurangan Personel Lapangan Padamkan Karhutla, 2019 Kemarau Lebih Panjang
HO/Humas Pemkab Tanahlaut
BPBD Tanahlaut menggelar simulasi pendaman api di lapangan Pertasi Kencana Pelaihari, Senin (29/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Menjadi daerah nomor dua luasan lahan terbakar terbanyak di Kalsel menjadikan Kabupaten Tanahlaut harus siap siaga menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan di 2019 ini.

Terlebih diperkirakan musim kemarau di tahun ini diperkirakan akan lebih panjang dan lebih ekstrim dari tahun lalu. Namun sayangnya hingga kini Kabupaten Tanahlaut masih belum bisa menambah jumlah petugas pemadam kebakaran lahan yang turun ke lapangan.

Saat ini BPBD Kabupaten Tanahlaut memiliki 48 PTT dan 15 PNS yang bertugas di lapangan untuk memadamkan api saat karhutla.

Jumlah ini dinilai masih sedikit mengingat luasan lahan rawan terbakar di Kabupaten Tanahlaut terdiri dari lima kecamatan yaitu Bati-Bati, Tambang Ulang, Kurau, Jorong dan Kintap.

Terang Kalak BPBD Kabupaten Tanahlaut Muhammad Kusri memang pihaknya masih kekurangan personel untuk pemadaman namun pihaknya akan memaksimalkan tenaga yang ada.

Baca: Got Sudah Dihancurkan, Tapi Pengerjaan Drainase di Jalan Gotong Royong Tak Kunjung Dimulai

"Memang masih kurang, jadi mau kita usulkan penambahan tenaga di perubahan nanti jadi ada rekrutmen lagi tenaga di lapangan," ujarnya usai apel siaga darurat Karhutla Senin (29/4/2019).

Khususnya petugas di kecamatan terangnya masih kurang. Setiap pos BPBD di kecamatan kini hanya berisi lima hingga enam orang. Sementara petugas yang paling cepat turun ke lapangan adalah petugas yang berada di pos kecamatan.

Tak hanya sebagai petugas lapangan menangani bencana di lapangan, petugas di kecamatan juga bertugas untuk Posko Pengendali Operasi atau pengumpul data untuk BPBD.

"Gajinya juga masih minim sekali sementara tugasnya rangkap jadi tahun depan mau kita tambah lagi, dan akan kita minta adanya yang perjalanan dinas mereka Rp 150," jelasnya.

Sementara terkait anggaran untuk pencegahan bencana Karhutla Kusri mengatakan juga tak ada penambahan anggaran tahun ini. Pihaknya hanya mengandalkan uang perjalanan dinas dan bantuan dana dari pusat.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved