Berita Banjar

Fisik Hasanah Membaik,  Penderita Kanker Payudara Asal Banjar ini Dirujuk  ke RS di Banjarmasin

Pasien pengidap kanker payudara tersebut juga telah diberi rujukan untuk menjalani penanganan medis di rumah sakit di Kota Banjarmasin.

Fisik Hasanah Membaik,  Penderita Kanker Payudara Asal Banjar ini Dirujuk  ke RS  di Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/idda royani
MEMBAIK - Selama sepekan Hasanah rawat inap di Ruang Mutiara V bangsal bedah RSUD Raza, Martapura. Kondisinya mulai membaik dan dirujuk ke RSU Ulin Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Enam hari menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha (Raza), Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), kondisi Hasanah berangsur membaik.

Bahkan dokter RS Raza telah mengizinkannya pulang. Pasien pengidap kanker payudara tersebut juga telah diberi rujukan untuk menjalani penanganan medis di rumah sakit di Kota Banjarmasin.

"Ini saya sudah dikasih surat rujukannya ke RSU Ulin Banjarmasin," tutur Hasanah via telepon, Senin (29/04/2019).

Baca: 5 Paskibra  HSS ke Provinsi dan 1 ke Nasional , Begini Reaksi Bupati H Achmad Fikry Saat Audensi

Baca: Fantastisnya Biaya Kelahiran Bayi Nikita Mizani, Putra Dipo Latief Disebut Nikita Bayi Super Mahal

Baca: Hadapi Lomba Literasi Difabel Nasional 2019, Ikhsan-Dayanti Giat Lakukan Hal Ini

Ia pun bingung mencari armada untuk pulang. "Minta tolong pak dibantu mencarikan angkutan," ucap lirih perempuan 46 tahun warga Desa Simpangwarga, Kecamatan Aluhaluh Besar, ini. 

Kegundahan hati Hasanah berakhir setelah BPost menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Banjar Ikhwansyah.

"Besok pagi (Selasa, red) ibu Hasanah dijemput petugas Puskesmas Aluhaluh pakai ambulans," ucap Ikhwansyah.

Hasanah pun lega dan berharap bisa secepatnya menjalani penanganan medis di RSU Ulin. Pasalnya, telah cukup lama ibu dua orang anak ini tersiksa oleh kanker yang menggerogoti payudara kirinya.

Penuturan Misran, suami Hasanah, istrinya mengalami kelainan pada payudara kiri sejak sekitar setahun silam. Sejak itu belum pernah diobati karena ketiadaan uang.

Lelaki yang akrab disapa Imis ini mengatakan dirinya cuma seorang buruh tani. Penghasilannya tak menentu dan cuma cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Anak sulungnya (Mista) telah berkeluarga, sedangkan anak bungsunya (Indri) masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. 

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved