Kriminalitas Kabupaten Banjar

Gelapkan 668 Karung Raskin, Aparatur Desa di Lokbaintan Ini Dijebloskan ke Sel Polres Banjar

AR yang menjabat sekretaris Desa Lokbaintan Luar, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, itu pun harus menanggung akibatnya.

Gelapkan 668 Karung Raskin, Aparatur Desa di Lokbaintan Ini Dijebloskan ke Sel Polres Banjar
HO/Humas Polres Banjar
Kasat Reskrim AKP Sofyan menggali keterangan dari mulut tersangka AR, pelaku penggelapan ratusan karung beras Raskin di Lokbaintan Luar, kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Ada-ada saja ulah aparatur desa di Kabupaten Banjar yang satu ini, AR. Beras untuk maayarakat miskin (raskin) yang seyogyanya disalurkan untuk warga, tapi justru ia 'mainkan.'

AR yang menjabat sekretaris Desa Lokbaintan Luar, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, itu pun harus menanggung akibatnya. Ia dijebloskan ke sel di Polres Banjar.

Ia diangkap personel Polres Banjar akibat dugaan pencurian ratusan karung beras raskin, beberapa waktu lalu.

"Jumlahnya sebanyak 668 karung atau sekitar Rp 10 juta," sebut Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melalui Kasat Reskrim AKP Sofyan, Senin (29/04/2019).

Tim Gabungan Unit Resmob Polres Banjar bersama Unit Rekrim Polsek Sungaitabuk berhasil meringkus pelaku pada Rabu (24/4/2019) di kawasan Jalan Alaban, Martapura.

Baca: 25 Siswa Banjarbaru Ikut UNBK Susulan, Namun Siswi Ini Tetap Tak Hadir karena Ada Urusan Keluarga

Sofyan mengatakan kasus raibnya ratusan karung beras tersebut melibatkan Sekertaris Desa Lokbaintan Luar, AR, bersama dua orang lainnya yang saat ini masih buron.

Sofyan menjelaskan, AR alias AD atau ID, diketahui menjalankan aksi bersama dua rekannya yang diduga berprofesi kuli panggul. Profesi AR sebagai sekdes memudahkan yang bersangkutan menjalankan aksinya karena mempunyai akses masuk.

“Kami imbau dua pelaku yang masih buron sesegeranya menyerahkan diri. Untuk AR dikenakan pasal 363 KUHP pencurian dengan ancaman kurungan enam tahun penjara,”  tandas Sofyan.

Sementara itu AR telah mengakui perbuatannya. Dalam menjalankan aksinya, ia mengaku hanya sebagai sopir dan memberikan kunci tempat beras disimpan.

“Dalam kasus ini saya hanya bertugas sebagai supir. Hasil penjualannya kami bagi tiga terpisah dengan biaya transportasi. Saya dapat bagian Rp 3,5 juta dari penjualan tersebut,” akunya saat ditanya awak media.

Baca: Bawaslu Kalsel : Pemungutan Suara Ulang Tak Turunkan Angka Partisipasi Pemilih di Kalsel

Aparatur desa yang masih berusia muda itu kerap menundukkan kepalanya saat digiring petugas dan diperlihatkan kepada awak media pada gelar perkara di Mapolres Banjar. 

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Banjar H Aspihani mengaku belum menerima laporan memgenai kasus tersebut.

"Segera kami akan konfirmasi ke pihak kepolisian. Jika statusnya sudah jadi tersangka, maka yang beesangkutan (AR) akan kami nonjob-kan dari jabatannya sebagai sekdes," tegas Aspihani via telepon.

Guna mengisi kekosongan jabatan sekdes, sebutnya, pihaknya kelak akan segera melakukan penjaringan sekdes baru. "Sekali lagi, langkah ini kami lakukan jika statusnya sudah tersangka. Sementara ini karena kami belum menerima laporan dan surat mengenai status hukum yang bersangkutan, kami belum bisa melakukan langkah apa pun," tandasnya.

(banjarmasinpostgroup.co.id- roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved