Berita Kotabaru

Hari Keenam, Ibu dan Bayi Tertimbun Longsor Belum Juga Ditemukan, Warga Pulau Matasirih Mengungsi

Hari keenam pencarian korban tanah longsor di Desa Teluk Sungai Rt 6 Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru

Hari Keenam, Ibu dan Bayi Tertimbun Longsor Belum Juga Ditemukan, Warga Pulau Matasirih Mengungsi
BPBD Kabupaten Kotabaru
Hari keenam pencarian korban tanah longsor di Desa Teluk Sungai Rt 6 Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru mulai ada perkembangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Hari keenam pencarian korban tanah longsor di Desa Teluk Sungai Rt 6 Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru mulai ada perkembangan.

6 hari pasca tanah longsor yang terjadi pada Rabu (24/4/19) lalu, terus digali. Hanya saja, ibu dan bayinya yang ikut tertimbun tak kunjung ditemukan karena terkendala alat.

Pasalnya, tim dari BPBD dan SAR dan masyarakat masih terus berupaya melakukan penggalian tanah. Namun, kedalaman tanah akibat longsor menyulitkan petugas dalam menggali dengan keterbatasan alat.

Sesuai Laporan Kepala BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadi Jaya, melalui Kasi Kedaruratannya, Saparuddin, Senin (28/4/19) pagi mengatakan masih belum ada perkembangan signifikan.

"Informasi terakhir pencarian korban pada Minggu kemarin, dihentikan pada pukul 18.00 wita yang dimulai pada pukul 08.00 wita. Kondisi rumah 2 lantai dilaporkan bahwa dak bagian atas sudah ditemukan dan terlihat," katanya.

Baca: Ibu dan Bayi Tertimbun Longsor, Siswa dari Pulau Matasirih, Kecamatan Pulau Sembilan Kotabaru Syok

Baca: UPDATE Longsor di Pulau Matasirih Kotabaru, Ibu dan Bayinya Belum Ditemukan

Baca: Kerap Bergaya Anak Muda, Lihat Potret Ayah Irish Bella, Johan De Beule, Lihat Gaya Mertua Ammar Zoni

Hanya saja, saat ini tim terkendala saat melaksanakan pencarian. Sebab, longsoran masih terjadi dilokasi pencarian korban.

Tim juga melaporkan perlu tambahan mesin penyedot 2 buah untuk bekerja dilapangan.

Kondisi cuaca yang tidak mendukung lantaran hujan masih sering turun dan deras dan cukup menyulitkan.

"Faktor lain, pencarian tidak maksimal karena cuaca kadang hujan deras. Sementara kedalaman longsoran diperkirakan mencapai 8 meter, " katanya.

Dari laporan kepala BPBD Kotabaru, penghuni pulau mulai pukul 17.00 wita tiap harinya mulai mengungsi di pelabuhan yang belm selesai di Matasirih dan mereka tidak berani kembali ke rumah disaat malam hari.

Hari keenam pencarian korban tanah longsor di Desa Teluk Sungai Rt 6 Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru mulai ada perkembangan.
Hari keenam pencarian korban tanah longsor di Desa Teluk Sungai Rt 6 Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru mulai ada perkembangan. (BPBD Kabupaten Kotabaru)

Jumlah pengungsi di pelabuhan Perhububungan yang belum selesai diperkirakan sekitar 500 - 600 jiwa.

"Saat ini kami sedang menyiapkan mesin tambahan sebanyak 2 unit lengkap beserta selang isap dan buang. Persiapan Diatribusi logistik yang berasal dari donatur masyarakat kotabaru. Menyiapkan segala sesuatu yang dianggap perlu BBM, Sepatu boot, 4WD dan keberangkatan ke lokasi harus sesegera mungkin, " katanya.

Saparuddin juga menambahkan, informasi terakhir dari tim SAR gabungan via telepon satelit Kotabaru Minggu (28/4/19) sekitar pukul 20.00 wita, korban ibu dan anak masih belum ditemukan.

"Saat dak bagian atas rumah korban ditemukan, banyak terlihat batang atau ranting-ranting pohon. Sehingga tim masih kesulitan," katanya.

Sekadar diketahui, tim yang terlibat adalah BPBD Kotabaru, BNPP Basarns, DPKP Kotabaru, Polsek Pulau Sembilan, Koramil Pulau Sembilan dan masyarakat setempat.

Akibat longsor tersebut, 8 unit rumah rusak berat dan 3 unit rusak ringan serta ibu dan bayinya tertimbun longsor.
(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved