Melihat Program Unik Sekolah di Balangan

Jalankan Program Wasiharat untuk Jaga Lingkungan Sekolah, SDN Paringin Selatan 1 Lakukan Ini

Beberapa program terkait lingkungan juga dijalankan di SDN Paringin Selatan 1, Kabupaten Balangan, Kalsel.

Jalankan Program Wasiharat untuk Jaga Lingkungan Sekolah, SDN Paringin Selatan 1 Lakukan Ini
SDN Paringin Selatan 1
Murid SDN Paringin Selatan 1, Kabupaten Balangan mempeihatkan botol dalam program ecobrick. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Beberapa program terkait lingkungan juga dijalankan di SDN Paringin Selatan 1, Kabupaten Balangan, Kalsel.

Di sekolah ini ada program yang namanya cukup unik yakni, Program Wasiharat.

Nama Wasiharat ini diambil dari singkatan kata Taqwa, Bersih, Pintar dan Sehat.

Program lingkungan yang biasa dilaksanakan di SD Paringan Selatan 1 diantaranya ada program Jumat bersih. yang merupakan bagian dari program Wasiharat.

Menurut Kepala SDN Paringin Selatan 1, Muhammad Suriadi, Minggu (28/4/2019) di sekolahnya juga ada program lainnya terkait lingkungan, diantaraya berupa budidaya ikan denga bioflok, biogas dan ecobrick.

Baca: Lestarikan Berbagai Anggrek Asli dari Hutan Pegunungan Meratus, SMAN 2 Juai Bikin Green House

Baca: SMAN 2 Juai Kembangkan Tanaman Langka, Harus Tunggu Biji Setahun Sekali untuk Bisa Menanam Buah Ini

Baca: Nekat Kumpulkan Kotoran Kelelawar dari Gua Gunung Batu, SMA di Balangan Ini Bikin Pupuk Organik

Ecobrick merupakan kegiatan mengumpulkan sampah plastik sisa makanan kedalam sebuah wadah seperti botol yang disediakan sekolah.

Sampah-sampah plastik itu akan masukkan kedalam botol dengan tujuan mengurangi penumpukan sampah dilingkungan.

Nantinya botol-botol yang berisa sampah plastik itu akan digunakan sebagai pembuatan taman di lingkungan sekolah seperti dijadikan pot dan sebagainya.

Penerapan inovasi Ecobrick ini adalah dimana masing-masing siswa menyediakan botol air mineral dan apabila siswa tersebut belanja maka kemasan plastik tersebut harus ia buat dalam botol.

Kemudian nantinya pada akhir semester setiap siswa harus menyetor paling tidak satu botol.

"Ini agar siswa tak lagi membuang plastik ke bak sampah tetapi harus dimasukkan kedalam botol," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved