B Focus Urban Life

Juknis Baru Dana BOS, Diknas Banjarmasin Mengaku Masih Belum Menemukan Solusi

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin pun mulai memikirkan solusi baru untuk dana makan dan minum harian guru setelah dilarang mengambil dari dana BOS.

Juknis Baru Dana BOS, Diknas Banjarmasin Mengaku Masih Belum Menemukan Solusi
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (29/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin pun mulai memikirkan solusi baru untuk dana makan dan minum harian guru setelah dilarang mengambil dari dana BOS.

"Kami sudah mencarikan solusi. Akhirnya makan dan minum tetap ada, tapi dianggarkan dalam bentuk kegiatan. Dalam artian setiap kali ada kegiatan, ada anggaran untuk konsumsi," ucap Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi.

Jelasnya pula, itupun hanya mungkin dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

Misalnya diagendakan rapat internal sekolah sebagai bentuk kegiatannya.

Sementara untuk setiap hari jelasnya, baik Disdik maupun pimpinan daerah masih belum mendapatkan sistem baru untuk anggaran tersebut.

Selain itu sebutnya DPRD Kota Banjarmasin, khususnya Komisi IV juga berencana mempertanyakan Juknis Nomor 3 Tahun 2019 itu.

Baca: Tampilan Istri Ahok BTP, Puput Nastiti Devi Kian Modis, Sementara Veronica Tan Berjualan Daging

Baca: Sosok Ganteng Pria yang Mengazani Anak Nikita Mirzani dan Dipo Latief, Ini Foto-foto Krizna Fahrezi

Baca: 7 Restoran Terbaik di Dunia Ternyata Terbuat dari Pesawat Bekas, Fairchild C-123 Hingga Boeing 737

Baca: Penyebab Syahrini dan Reino Barack Tutup Kolom Komentar Instagram Terungkap, Karena Fans Luna Maya?

Mengenai belum ada solusi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto juga tidak mengindahkan hal tersebut.

Ia menyuarakan tergantung bagaimana kebijakan sekolah.

"Sekarang kami masih belum bisa memberikan solusi (untuk biaya makan dan minum para guru). Sebenarnya kondisi ini juga tergantung sekolah. Kalau sekolah bisa menyisihkan anggaran dari kegiatan," jelas Totok.

"Cuma kalau rutin dalam satu tahun memang besar biayanya. Setiap hari berapa guru," tambahnya lagi.

Komunikasi dengan Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, ujar Totok juga sudah dilakukan.

Bahkan para dewan berinisiatif menawarkan biaya makan dan minum dianggarkan dalam APBD.

Namun itupun jelas Totok perlu dilakukan analisa.

"Apabila mendesak dan memang harus dianggarkan, berarti bakal dimasukan di ABT (anggaran belanja tahunan) atau pada tahun berikutnya akan dianggarkan," ucap Totok.

"Yang jelas, sekarang di Juknis sudah tidak diperbolehkan," tutupnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved