Penderita TB di Kalsel

Penderita TB Terbanyak Ada di Banjarmasin, Jangan Khawatir, Pengobatan Gratis Ditanggung Pemerintah

Walaupun sudah bukan dikategorikan sebagai wabah berbahaya seperti zaman dulu, bukan berarti penyakit tuberkulosis (TB) sama sekali hilang

Penderita TB Terbanyak Ada di Banjarmasin, Jangan Khawatir, Pengobatan Gratis Ditanggung Pemerintah
BPost Cetak
BPost edisi cetak Senin (29/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Walaupun sudah bukan dikategorikan sebagai wabah berbahaya seperti zaman dulu, bukan berarti penyakit tuberkulosis (TB) sama sekali hilang di Kalimantan Selatan.

Sampai sekarang TB masih ada, bahkan penderitanya cukup banyak.

Dari hasil pencarian Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel tahun 2018, ditemukan delapan ribu lebih penderita TB.

Dari data Dinkes Kalsel tersebut, temuan kasus TB paling banyak ada di Kota Banjarmasin, yaitu 2.378, kemudian Kabupaten Banjar 1.331, dan posisi ketiga Kotabaru sebanyak 771 kasus TB.

Adapun estimasi TB berdasar data Dinkes sebanyak 18.251 kasus.

Dari delapan ribu itu termasuk Rustam.

Lelaki berumur 55 tahun ini lebih banyak istirahat dan berkumpul sama keluarga.

Baca: 7 Restoran Terbaik di Dunia Ternyata Terbuat dari Pesawat Bekas, Fairchild C-123 Hingga Boeing 737

Baca: Nazar Istri Ahmad Dhani, Mulan Jameela Lolos ke DPR RI, Eks Duet Maia Estianty Banjir Ucapan Selamat

Baca: Cekcok Saat Mabuk Miras, Pria Ini Tega Tusuk Temannya yang Masih Bocah, Motifnya Soal Sepele

Baca: Hilda Vitria Gaet Pengusaha Gantikan Billy Syahputra, Tapi Mantan Kriss Hatta Malah Bereaksi Begini

Baca: Penyebab Syahrini dan Reino Barack Tutup Kolom Komentar Instagram Terungkap, Karena Fans Luna Maya?

“Saya juga tetap rutin konsultasi dan berobat,” ujar warga Kompleks Pratama 3 Kelurahan Sungaiulin, Banjarbaru ini, Minggu (28/4).

Rustam menceritakan, saat ini dia masih menjalani proses pengobatan intensif tahap dua.

“Tahap ini mulai saya jalani sekitar Februari 2019,” ujarnya.

Rustam adalah seorang pekerja di sebuah perusahaan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

“Saya cuti dan memutuskan pulang ke Banjarbaru karena tak mungkin menghadapi penyakit yang saya diderita (TB) seorang diri, tanpa keluarga di tanah seberang,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved