Melihat Program Unik Sekolah di Balangan

Setiap Kelas SMAN 1 Juai Balangan Wajib Buat Pupuk Organik, Bahanya Ternyata Sampah di Sekolah

Permasalahan sampah dan dampaknya yang luar biasa baik bagi lingkungan dan kehidupan sosial bukan hanya menjadi permasalahan global

Setiap Kelas SMAN 1 Juai Balangan Wajib Buat Pupuk Organik, Bahanya Ternyata Sampah di Sekolah
SMAN 1 Juai
Aktivitas siswa SMAN 1 Juai, Kabupaten Balangan dalam mengolah pupuk organik dari sampah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Permasalahan sampah dan dampaknya yang luar biasa baik bagi lingkungan dan kehidupan sosial bukan hanya menjadi permasalahan global tetapi juga menjadi momok sampai ke daerah dan sekolah-sekolah seperti di SMAN 1 Juai, Kabupaten Balangan.

Sekolah yang mempunyai motto Berkreasi Wasilah yang berarti berkarakter, berprestasi dan berwawasan lingkungan hidup inipun terus berupaya mencari solusi supaya permasalahan sampah ini bisa teratasi.

Dalam menangani sampah, baru-baru ini ada dua kegiatan yang sedang dilakukan sekolah yang di tahun 2019 ini berumur 15 tahun, yakni pelaksanaan MoU dengan perangkat Desa Mungkur Uyam dan pelaksanaan setiap kelas yang wajib memproduksi pupuk organik.

Dengan tersedianya kawasan hijau di Smansaju seperti kebun sekolah, hutan sekolah dan taman sekolah tentu menghasilkan banyak sampah organik.

Baca: SMPN 3 Paringin Balangan Bikin Gebrakan Unik, Sedekahkan Pohon untuk Tamu yang Datang ke Sekolah

Baca: Jalankan Program Wasiharat untuk Jaga Lingkungan Sekolah, SDN Paringin Selatan 1 Lakukan Ini

Baca: Lestarikan Berbagai Anggrek Asli dari Hutan Pegunungan Meratus, SMAN 2 Juai Bikin Green House

Untuk mengatasi sampah organik ini sekaligus sebagai pembelajaran wirausaha, pihak sekolah mengajarkan dan mewajibkan setiap kelas untuk belajar dan memproduksi pupuk organik yang bahannya memang melimpah di sekolah.

Aktivitas siswa SMAN 1 Juai, Kabupaten Balangan dalam mengolah pupuk organik dari sampah.
Aktivitas siswa SMAN 1 Juai, Kabupaten Balangan dalam mengolah pupuk organik dari sampah. (SMAN 2 Juai Balangan)

Nasdianur Irawan selaku ketua Adiwiyata SMAN 1 Juai mengatakan kegiatan ini selain mengajarkan salah satu bentuk wirausaha, melatih kolaborasi siswa dalam satu kelas dalam berkarya juga untuk mengatasi permasalahan sampah organik yang ada di sekolah ini katanya.

Sedang MoU dengan Desa Mungkur Uyam dilaksanakan karena belum maksimalnya pengelolaan sampah akhir sekolah sehingga masih ada sisa sampah yang mesti dibuang dan belum sampainya layanan dinas terkait sampai ke kecamatan Juai.

"Sehingga untuk mengangkut sampah ini SMAN 1 Juai dan perangkat Desa Mungkur Uyam melaksanakan kerjasama, yang merupakan bagian dari layanan perangkat desa kepada warganya termasuk SMAN 1 Juai," katannya.

Bagi SMAN 1 Juai sendiri ini sebagai bentuk pelaksanaan visi misi terutama berkaitan dengan mengurangi pencemaran dan melestarikan fungsi lingkungan.

Aktivitas siswa SMAN 1 Juai, Kabupaten Balangan dalam mengolah pupuk organik dari sampah.
Aktivitas siswa SMAN 1 Juai, Kabupaten Balangan dalam mengolah pupuk organik dari sampah. (SMAN 2 Juai Balangan)

Kepala SMAN 1 Juai, Norparidah menyampaikan terimakasih atas kerjasama ini karena walaupun pengangkutan hanya dua kali seminggu.

"Ini sangat membantu terutama dalam menangani sampah anorganik yang memang tidak masuk ke bank sampah dan tidak dimanfaatkan lagi di sekolah pungkasnya," katanya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved