Berita Tanahlaut

11 Petugas Penyelenggara Pemilu dan 6 Panwaslu Tanahlaut Sakit Selama Pemilu 2019

Bahkan satu orang petugas KPPS di Tambang Ulang juga dinyatakan mengalami depresiasi karena beban kerja penghitungan suara.

11 Petugas Penyelenggara Pemilu dan 6 Panwaslu Tanahlaut Sakit Selama Pemilu 2019
KPU Tanahlaut
hanya dua komputer yang bisa masuk ke sistem KPU RI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jelang pleno tingkat kabupaten terkait hasil suara di Kabupaten Tanahlaut KPU mencatat ada 11 tenaga penyelenggara pemilu dari tingkat TPS hingga kecamatan yang tumbang alias sakit.

Bahkan satu orang petugas KPPS di Tambang Ulang juga dinyatakan mengalami depresiasi karena beban kerja penghitungan suara.

Ketua KPU Tanahlaut Arif Mukhyar kepada Banjarmasinpost.co.id Selasa (30/4/2019) mengatakan memang beban kerja yang berat dan tuntutan agar hasil perhitungan segera selesai membuat petugas banyak yang mengalami sakit hingga depresi.

Namun pihaknya sudah mengunjungi korban dan memberikan santunan. "Terkahir di Tambang Ulang sudah kita kunjungi karena depresi," sebutnya.

Sementara kini proses penghitungan suara di Kabupaten Tanahlaut sudah selesai dari TPS hingga tingkat kecamatan. Terakhir KPU menerima data hasil pleno dari Kecamatan Bajuin.

Baca: MAYDAY 2019 - Kumpulan Ucapan Selamat Hari Buruh dalam Bahasa Inggris & Indonesia, Pas Untuk WA & IG

Baca: Semua Tokoh Banua Kasel Ajak Seluruh Masyarakat Tetap Jaga Stabilitas Keamanan

Baca: Ustadz Arifin Ilham Kabarkan Kondisi Kesehatannya Terkini, Sebut Kematian dan Persiapannya

"Semua suara sudah masuk ke KPU dan logistik juga sudah masuk ke KPU, tinggal pleno tingkat Kabupaten nanti akan digelar pada 2 dan 3 Mei," ujar Arif Mukhyar.

Saat ini hasil suara capres dan wapres di Kabupaten Tanahlaut terangnya juga sudah 100 persen. Kini mereka tengah mengentry data untuk hasil suara DPR RI.

Berbeda dengan petugas penyelenggara, petugas pengawas pemilu terdata ada enam orang yang sakit. Terang Ketua Bawaslu Kabupaten Tanahlaut, Gunawan Rahayu mengatakan enam orang anggota Panwas mengalami sakit karena kelelahan usai melakukan pengawasan pemilu 2019.

"Semuanya pengawas di kecamatan," ujarnya.

Enam anggota Panwas tersebut terangnya sudah menjalani perawatan di puskesmas dan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari. Selama ini tambahnya Bawaslu tidak mempunyai anggaran khusus untuk biaya pengobatan petugas namun pihaknya membantu secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap petugas.

Gunawan mengatakan juga sudah mengusulkan ke Bawaslu RI melalui Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan agar dalam penyelenggaan pemilu mendatang akan dianggarkan untuk dana kesehatan petugas.
(Banjarmasinpost.co.id/milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved