Breaking News:

Berita Nasional

3 Kandidat Lokasi Ibukota Negara Indonesia Diungkap Presiden Jokowi, Sumatera, Sulawesi & Kalimantan

3 Kandidat Lokasi Ibukota Negara Indonesia Diungkap Presiden Jokowi, Ada Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan

Editor: Rendy Nicko
instagram jokowi
Jokowi Banjir Ucapan Selamat Dari Negara Tetangga Soal Pemilu 2019 

Sebab, Jokowi menilai pulau Jawa sudah terlalu padat penduduk.

"Kita ini memiliki 17.000 pulau tapi di Jawa sendiri penduduknya 57 persen dari total penduduk di Indonesia. Kurang lebih 149 juta. Sehingga daya dukung baik terhadap air, baik terhadap lingkungan, baik lalu lintas, semuanya memang ke depan sudah tidak memungkinkan lagi," kata dia.

Joko Widodo (Jokowi) di alun-alun Ahmad Yani Tangerang, Banten, Minggu (7/4/2019)
Joko Widodo (Jokowi) di alun-alun Ahmad Yani Tangerang, Banten, Minggu (7/4/2019) (Tribunnews.com/ Dennis Destryawan)

Kriteria dari Pemerintah

Pemerintah diketahui telah mulai melakukan persiapan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

Hal itu terindikasi dari kegiatan pemetaan yang dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) di sejumlah wilayah di Kalimantan.

Mengutip Antara, Sabtu (14/7/2018), Pejabat Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan pemerintah pusat telah mempersiapkan tiga alternatif yang menjadi lokasi baru ibu kota Indonesia.

Tiga kota yang menjadi alternatif lokasi ibu kota yang baru yakni Palangkaraya dan sekitarnya Provinsi Kalteng, Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, serta Panajam dan sekitarnya Provinsi Kalimantan Timur.

"Untuk mengkaji memilih tiga lokasi yang jadi alternatif ini, pemerintah pusat melibatkan Bank Dunia. Alasan pelibatan Bank Dunia ini, karena pemerintah pusat menganggap lembaga itu independen dan objektif dalam mengambil keputusan," kata dia, Jumat (14/7/2018).

Nagita Slavina, Raffi Ahmad, Jokowi, dan Iriana
Nagita Slavina, Raffi Ahmad, Jokowi, dan Iriana (youtube @RANSentertainment)

Sementara mengenai adanya getaran gempa di Kabupaten Katingan, Fahrizal meyakini tidak akan mempengaruhi rencana memindahkan ibu kota Indonesia ke wilayah ini. Sebab, getaran gempa tersebut tidak terlalu berbahaya dan sangat jarang terjadi.

"Saya lahir di Kalteng ini, umur saya pun hampir 50 tahun, tapi baru kali ini mendengar ada getaran gempa. Getarannya pun sangat sebentar. Jadi, tidak akan mempengaruhi rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia," terang Fahrizal.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved