Berita Batola

Bawaslu Batola Sikapi Dua Versi Pleno Hasil Perhitungan Suara di Kecamatan Tabunganen

BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batola dengan cepat menyikapi adanya dua versi pleno di kecamatan Taunganen.

Bawaslu Batola Sikapi Dua Versi Pleno Hasil Perhitungan Suara di Kecamatan Tabunganen
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
KETUA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batola, Rahmatullah Amin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Batola dengan cepat menyikapi adanya dua versi pleno di kecamatan Taunganen.

Sikap Bawaslu tersebut menyusul permintaan surat rekomendasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) perihal perhitungan suara ulang di kecamatan yang sampai saat ini tak dikeluarkan Bawaslu.

“Kita sudah membuat surat resmi ke KPU Batola agar KPU setempat memberikan penjelasan dasar hukum digelarnya rekapitulasi perhitugan suara ulang perolehan pemilu DPRD Batola di Kecamatan Tabunganen,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Batola, Selasa (30/4/2019).

Menurut Amin, sampai saat ini tak adanya dasar hukum yang kuat terkait perhitungan ulang,
belum adanya laporan resmi dari parpol maupun peserta pemilu dan saat ini logistik surat suara telah bergeser ke kabupaten.

“Terkait hal tersebut Bawaslu Batola akan memangil anggota panwascam Tabunganen perihal kronologi sebenarnya. Kita juga akan melayangkan surat ke pihak KPU Batola terkait penegasan pleno mana yang dianggap sah,” tegas Amin.

Baca: Zodiak Hari Rabu 1 Mei 2019, Ramalan Bagi Pisces Terbaik, Gemini Beruntung dan Taurus Malah Malas?

Baca: KPU Kalsel: Hingga Saat ini Tak Ada Gugatan Hasil Rekapitulasi Suara

Baca: Awal Mei, KPU Tapin Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Suara Pileg dan Pilpres 2019

Baca: Prabowo Unggul di Tapin Utara, Hindari Kesalahan KPU Tapin Dua Hari Tetapkan Hasil Pemilu 2019

Kasus perhitungan suara ulang di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tabunganen muncul berdasarkan hasil mediasi antara DPC PDI Perjuangan Batola dan KPU Batola.

Dalam mediasi itu, DPC PDIP Batola merasa keberataan dengan hasil revisi pleno kedua yang dilaksanakan secara sepihak oleh PPK Tabunganen.

“Hasil itu dinilai mengurangi suara Caleg PDI Perjuangan,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batola, Basuki Selasa sore.

Menurut Basuki, dari suara resmi berdasarkan pleno pertama sejumlah 1.389 suara. Namun, setelah adanya pleno kedua tanpa menghadirkan saksi parpol, malah berubah menjadi 1.085 suara sehingga, PDIP Batola kehilangan sekira 304 suara.

“Kami pun tak percaya lagi dengan apa yang telah diputuskan oleh PPK Tabunganen. Ini, berdasarkan pedoman form C1 dimenangkan oleh Caleg PDI Perjuangan Dapil III Batola atas nama Wahidin.

“Sampai saat ini kami masih menunggu keputusan KPU Batola pleno yang mana yang dinyatakan syah. Menurut kami pleno kedua tidak sah. Bahkan di sana ada unsur pidana sehubungan pembuatannya tanpa mengindahkan aturan yang semestinya dilaksanakan. Jalur hukum pasti kami tempuh jika kami merasa dirugikan,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved