Inspirasi

Berawal Dari Anak Santri, Profesor Dr H Mujiburrahman MA Mampu Pimpin UIN Antasari

Perjalanan Profesor Dr H Mujiburrahman MA menuntut ilmu tidaklah mulus. Beragam kendala dan tatangan ia hadapi dengan penuh istiqamah.

Berawal Dari Anak Santri, Profesor Dr H Mujiburrahman MA Mampu Pimpin UIN Antasari
istimewa/mujiburrahman
Profesor Dr H Mujiburrahman MA Rektor UIN Antasari 

Kuliah di sana, kalau nilai C itu tak lulus. Jika dalam satu semester dua mata kuliah mendapat nilai C, maka dikeluarkan (DO).

Jadi kita mesti belajar siang malam. Berbagai buku kuliah harus dibaca semua. Buku yang tebal harus dikuasai, karena akan ada 15-20 pertanyaan dari dosen yang harus dijawab secara tertulis berdasarkan buku bacaan wajib itu. Bagaimana bisa menjawab materi itu ada di halaman berapa jika tidak membaca?

Belum lagi mengerjakan tugas-tugas yang berat, semua dalam bahasa asing. Tapi syukurlah, ada 4 makalah saya yang dapat nilai A dan semua terbit di jurnal ilmiah internasional yang bereputasi tinggi.

Mahasiswa dituntut kritis. Dosen tak mau baca makalah kita yang isinya biasa saja dan dosen tahu materinya. Jadi mesti bikin makalah yang pembahasannya orisinil.

# Apakah ada pengorbanan lain selama kuliah?

Sebelum pulang ke Indonesia, saya ketemu profesor saya di rumahnya, dan ia menganjurkan untuk kuliah S3. Ia berpesan jika melanjutkan ke S-3, harus membawa serta keluarga.

Waku itu, peluang beasiswa ada di Australia dan Belanda. Saya memilih Belanda, dan dari seleksi yang dilalui secara internasional hanya dua orang terpilih, satu dari Finlandia dan saya dari Indonesia.

Selama 8 bulan di sana, saya menghemat uang beasiswa agar punya biaya membawa keluarga.

Namun musibah terjadi, pada hari di mana saya mau selamatan untuk memboyong anak dan isteri ke Belanda, ayah saya jatuh di kamar mandi, ketika dibawa ke rumah sakit, beliau meninggal.

Ini cobaan bagi saya dan keluarga kami. Setelah tertunda beberapa waktu, kemudian kami berangkat ke Belanda.

Halaman
1234
Penulis: Salmah
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved