Berita Nasional

Bersaksi di Pengadilan, Menpora Imam Nahrawi Bantah Terima Uag Korupsi, Berikut 7 Fakta Persidangan

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi membuat sejumlah kesaksikan terkait dengan kasus korupsi dana Asian Games

Bersaksi di Pengadilan, Menpora Imam Nahrawi Bantah Terima Uag Korupsi, Berikut 7 Fakta Persidangan
(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Menpora Imam Nahrawi (kanan) meninggalkan ruangan untuk menunggu giliran bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4/2019). Ending Fuad Hamidy didakwa menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi membuat sejumlah kesaksikan terkait dengan kasus korupsi dana Asian Gamea saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (29/4/2019).

Dalam persidangan itu, walaupun menjabat sebagai menteri, Imam mengaku tidak mengetahui besarnya dana hibah yang diberikan Kemenpora kepada Koni.

 Imam membantah pula menerima uang korupsi. Imam juga mengaku tidak mengetahui adanya cash back atau pemberian fee dari KONI kepada pejabat Kemenpora.

Baca: Bahe Berhasil Sisihkan Pesaing, Jawara Lomba Balap Ketinting di Mappanre Ritas Pagatan

Baca: Perlakuan Tak Biasa Reino Barack ke Syahrini Saat di Mall, Sementara Luna Maya Peluk Bunga Mawar

Baca: Reka Ulang Pembunuhan Riduansyah Berjalan Singkat

Kemarin, Imam bersaksi untuk dua terdakwa, yakni untuk Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan terdakwa Bendahara Umum KONI Johny E Awuy.

Berikut tujuh fakta yang terungkap di persidangan selama Imam memberikan keterangan di hadapan majelis hakim:

1. Imam menjawab tidak tahu

Imam Nahrawi mengaku tidak pernah tahu berapa jumlah dana hibah yang diberikan Kemenpora kepada KONI.

Imam mengaku cuma membuat disposisi, tanpa pernah mengetahui anggaran miliaran rupiah yang dikeluarkan Kemenpora.

Menurut Imam, kajian atas proposal-proposal pengajuan anggaran yang disampaikan pihak ketiga, sudah diserahkan kepada masing-masing deputi terkait. Penyerahan tugas itu melalui surat disposisi.

Dengan demikian, menurut Imam, selama empat tahun terakhir menteri tidak sekalipun dilaporkan mengenai jumlah anggaran yang disetujui.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved