Berita Banjarmasin

Dinsos Kalsel Gandeng Tokoh-tokoh ini, Sosialasikan Penggalangan Dana Tanpa Izin

Masih maraknya penyelenggaraan penggalangan dana atau barang yang tak mengantongi izin di Kalsel, menjadi perhatian serius pemerintah Kalimantan

Dinsos Kalsel Gandeng Tokoh-tokoh ini, Sosialasikan Penggalangan Dana Tanpa Izin
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Suasana sosialisasi oleh Dinsos Kalsel rentang pemantauan dan pengawasan penyelenggaraan undian gratis berhadiah dan penggalangan uang (dana) serta barang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih maraknya penyelenggaraan penggalangan dana atau barang yang tak mengantongi izin di Kalsel, menjadi perhatian serius pemerintah Kalimantan Selatan, terkhusus Dinas Sosial Kalsel

Untuk menanamkan kesadaran tersebut, Selasa (30/4/2019) siang tadi, mereka pun merangkul sejumlah elemen masyarakat dalam sosialisasi.

Bertempat di Hotel Rodhita Banjarmasin, sosialisasi itu mengundang sejumlah pelaku dunia usaha, kepolisian, bahkan tokoh masyarakat.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Kalsel, Mugni, S. Sos mengatakan sosialisasi ini dianggap perlu dilakukan karena tidak sedikit saat ini penyelenggara pengumpulan uang dan barang dilakukan ilegal.

Padahal bila merujuk pada undang-undang nomor 9 tahun 1961, wajib bagi penyelenggara pengumpul uang dan warga mengikuti mekanisme yang telah ada.

Baca: Kriss Hatta Berhentikan Indra Tarigan, Kecewa Soal Kasus dengan Hilda Vitria dan Billy Syahputra?

Baca: Uniknya Pemilu 2019 di Kota Tarim, Yaman, Waktu Memilih Pemilih Perempuan dan Lelaki Dibedakan

Baca: Rencana Irish Bella Hijrah dan Berhijab Setelah Menikahi Ammar Zoni Diungkap ke Atta Halilintar

Baca: Sakit Cacar Kartika Putri Saat Hamil, Habib Usman Bin Yahya Ungkap Julukan untuk Calon Bayi

"Mekanisme itu yakni penyelenggara pengumpul uang dan barang tersebut harus melakukan pelaporan ke Dinsos Kabupaten atau kota. Ini demi mendapatkan izin atas penggalangan bantuan, meskipun bertujuan sosial," kata Mugni.

Ia juga mengatakan ini tujuannya selain melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan, juga mengawasi kemana dana atau barang terkumpul itu nanti disalurkan.

"Karena banyak sekarang, yang mengatasnamakan untuk kegiatan kemanusiaan, tapi justru masuk kantong pribadi. Untuk itu, masyarakat tak perlu segan melaporkannya, bila menemukan hal itu, ke kami," pesan Mugni didampingi pelaksana bidang undian pengumpulan uang dan barang, Mustafa.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved