Tingang Menteng Panunjung Tarung

Kartini HSS Berbagi Pengalaman Kisah Perjuangan di Pendopo Kabupaten

Pada dasarnya, para perempuan pejuang tersebut menyatakan hal yang sama, bahwa tak ada suatu sukses yang bisa diraih, tanpa kerja keras serta ikhlas.

Kartini HSS Berbagi Pengalaman Kisah Perjuangan di Pendopo Kabupaten
HO/Protokol dan Kehumasan Pemkab HSS
Bupati HSS H Achmad Fikri dan Istri Hj Isnaniah 

‎BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2019, Gabungan Organisasi Wanita, DWP dan Gatriwara Hulu Sungai Selatan, mengundang sejumlah Kartini-kartini HSS, untuk berbagi pengalaman sebagai perempaun yang penuh perjuangan ‎dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Juga mereka yang berjuang menggapai cita-cita untuk anak dan keluarga, dalam bentuk sharing cerita perjalanan hidupnya.

Mereka terdiri, seorang Bidan, Ibu Rumah Tangga, Petugas Kebersihan, Guru Honorer di Desa Terpencil serta ibu dan anak disabilitas. Pada dasarnya, para perempuan pejuang tersebut menyatakan hal yang sama, bahwa tak ada suatu sukses yang bisa diraih, tanpa kerja keras serta ikhlas.

Menurut mereka, di manapun bekerja dan berkarya, tujuannya sama, yaitu ibadah. ‎Adapun tema kegiatan tersebut, “Keteladanan Kartini Membangkitkan Semangat Peningkatan Peran Perempuan Dalam Pembangunan Bangsa”.

Hadir pada kegiatan tersebut Bupati HSS H.Achmad Fikry, Ketua TP PKK HSS Hj Isnaniah Ketua DPRD H.Akhmad Fahmi,Ketua GOW Kabupaten HSS Srie Astuti, Forkopimda HSS, para Pejabat di Lingkup Pemkab HSS beserta isteri, para Ketua Organisasi Wanita se Kabupaten HSS, Pimpinan Instansi Vertikal, BUMN, BUMD.

Bupati HSS foto bersama dengan gabungan organisasi wanita
Bupati HSS foto bersama dengan gabungan organisasi wanita (HO/Protokol dan Kehumasan Pemkab HSS)

Kegiatan tersebut, merupakan rangkaian Peringatan Hari Kartini Tahun 2019, yaitu mengundang perempuan-perempaun inspiratif. Dalam sambutannya Bupati HSSH.Achmad Fikry,berharap Peringatan Hari Kartini kali ini lebih mendorong semangat untuk terus menggelorakan cita-cita kartini untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan.

‎Menurut Fikty, tema kali ini selaras dengan testimoni yang disampaikan ibu-ibu bagaimana perjuangan seorang perempaun dalam berkiprah sesuai profesi masing masing. Ada ibu rumah tangga yang merangkap sebagai tenaga pendidik untuk menghantarkan anaknya yang berkebutuhan khusus sampai anaknya bisa mandiri dan sukses.

"Ini menjadi inspirasi bagi kita bahwa anak berkebutuhan khusus bukan dikesampingkan. Tapi dimotivasi agar sejajar dengan anak-anak lainnya,"kata Fikry.

Perempuan inspiratif lainnya, adalah seorang bidan yang ingin merubah pola pikir masyarakat dalam proses kelahiran agar dibantu petugas kesehatan. Juga mendengarkan pengalaman seorang ibu yang bertugas sebagai tenaga pendidik di daerah terpencil yakni di Haratai 3, betapa berat perjuangan seorang guru yang tidak mengenal medan dan kadang harus mengorbankan keluarga untuk menghantarkan anak-anak Meratus menjadi anak yang terpelajar.

Selanjutnya, Testemoni mendengarkan cerita seorang Kartini HSS, yang menceritakan kehidupannya yang sangat terbatas ekonominya, namun bisa menghantarkan anaknya menjadi seorang sarjana dan sekarang sudah menjadi seorang guru.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved