Berita HST

Kodim Barabai Bantu Dinas Pertanian dan Warga Tanggulangi Gulma di Desa Mentaas dan Rantau Bujur

Tak hanya Dinas Pertanian dan masyarakat saja, anggota Kodim 1002/Barabai juga ikut melaksanakan penanggulangan hama gulma.

Kodim Barabai Bantu Dinas Pertanian dan Warga Tanggulangi Gulma di Desa Mentaas dan Rantau Bujur
HO/Humas Kodim 1002 Barabai
Anggota Kodim 1002 Barabai juga ikut melaksanakan penanggulangan hama gulma di Mentaas dan Rantau Bujur, HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Untuk meningkatkan produktivitas tanam dan optimalisasi lahan pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah bersama masyarakat Desa Mentaas dan Desa Rantau Bujur Kecamatan Labuan Amas Utara, melakukan penanggulangan hama gulma, Selasa (30/4/2019).

Tak hanya Dinas Pertanian dan masyarakat saja, anggota Kodim 1002/Barabai juga ikut melaksanakan penanggulangan hama gulma. Sebanyak 25 orang anggota Kodim 1002/Barabai ikut membersihkan hama gulma di sana.

Pasiops Dim 1002/Barabai, Kapten Inf Nurali, mengatakan jika di sudah menjadi tugas TNI untuk membantu warga dalam optimalisasi lahan pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Zainuddin, mengatakan organisme pengganggu tanaman atau gulma pada lahan pertanian dapat menyebabkan terjadinya persaingan dengan tanaman pokok pertanian.

Baca: Warga Pipitak Jaya dan Harakit Ingin Ganti Rugi Lahan Bendungan Tapin Cair Sebelum Idulfitri

Baca: Kejari Batola Musnahkan Ratusan Barang Bukti Kejahatan, Mulai Senjata Api hingga Bir Hitam

Baca: Ustadz Arifin Ilham Kabarkan Kondisi Kesehatannya Terkini, Sebut Kematian dan Persiapannya

Menurutnya, selain itu gulma juga dapat mengotori kualitas dari produksi lahan. Misalnya pengotoran benih oleh biji gulma.

Selain itu, gulma juga dapat mengeluarkan zat atau cairan yang mengandung racun, sebagai tempat hidup hama pengganggu tanaman.

Akibatnya, akan berimbas pada bertambahnya biaya usaha tani dan penurunan produktivitas tanaman.

"Semoga dengan kegiatan ini kita dapat mengendalikan hama gulma dengan tepat sehingga hasil pertanian akan meningkat," harapnya.

Sekadar diketahui, jumlah lahan pertanian yang ada di Hulu Sungai seluas 38.470 hektere dengan luas tanam 62.325 hektare. Jumlah luas lahan ini, berdasarkan, Peraturan Daerah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved