Perbaikan Jembatan

Perbaikan Jembatan Sungailulut Bikin Kemacetan Bertambah, Pemerintah Memikirkan Solusi ini

Selain Jembatan Alalak di ujung Jalan Brigjen H Hassan Basry Banjarmasin, pemerintah juga akan memperbaiki dua jembatan dan satu box culvert

Perbaikan Jembatan Sungailulut Bikin Kemacetan Bertambah, Pemerintah Memikirkan Solusi ini
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (30/4/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain Jembatan Alalak di ujung Jalan Brigjen H Hassan Basry Banjarmasin, pemerintah juga akan memperbaiki dua jembatan dan satu box culvert di Jalan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur.

Pembangunan yang rencananya dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel pada Juni 2019 itu diyakini juga akan menyebabkan kemacetan parah.

“Iya macet parah pasti terjadi. Akses alternatif terbatas. Banyak warga yang harus memutar ke Jalan Gubernur Syarkawi terus ke Jalan A Yani Kilometer 17 atau Pematang Panjang Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar untuk menuju pusat kota Banjarmasin,” kata Kasi Managemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kalsel, Rudy, Senin (29/4).

Menurut Rudy, pihaknya masih menunggu ekpose dari konsultan Dinas PUPR Kalsel untuk penanganan rekayasa lalu lintas.

Baca: Balasan Menohok Ayu Ting Ting Setelah Dihujat Karena Teman Ivan Gunawan Itu Berbikini Seusai Umrah

Baca: Ahmad Dhani Singgung Soal Karma, Lihat Perolehan Partai Suami Mulan Jameela di Dapil 1 Jatim

Baca: Karena Sajad Ukra, Nikita Mirzani Beri Ancaman ke Dipo Latief, Jangan Ganggu Niki Sama Anak Niki

Baca: Alasan Sebenarnya Anang Hermansyah Tinggalkan Dunia Politik, Suami Ashanty Sebut Nama Aurel

Baca: Respons Syahrini Ditanya Naik Private Jet Demi Berobat, Istri Reino Barack Tanya Suami

Sampai saat ini desain kontruksi pembangunan dua jembatan dan satu box culvert senilai Rp 20 miliar itu belum diketahui, apakah langsung ditutup semua atau sebagian.

Namun berkaca dari pengalaman beberapa pembangunan jembatan, Rudy meyakini jembatan akan ditutup total.

Dishub Kalsel sempat memikirkan pembuatan kantong-kantong parkir sebelum jembatan.

“Nantinya warga bisa menitipkan mobilnya di kantong-kantong parkir tersebut,” katanya.

Ini karena warga yang menggunakan sepeda motor masih bisa menggunakan sejumlah jalan alternatif berupa jalan permukiman.

Ditambahkan Rudy, agar lalu lintas warga tetap bisa dilakukan, pihaknya berharap ada jembatan penyeberangan orang (JPO) atau feri.

“Kalau mau ekspose penutupan jembatan Sungai Lulut sebaiknya sesegera mungkin. Soalnya warga yang terdampak banyak karena di Sungai Lulut banyak permukiman,” katanya.

Dengan demikian bisa dipikirkan berbagai solusi termasuk penggunaan angkutan umum ke kantong-kantong parkir.

Apalagi saat ini banyak angkutan kota yang menganggur.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved