Berita Banjarbaru

Presenter Cantik Banua Henny Tulis Buku Berjudul "Paman Birin", Begini Reaksi Gubernur Kalsel

MC cantik Banua Henny etzelina, menulis buku kisah biografi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Presenter Cantik Banua Henny Tulis Buku Berjudul
istimewa
Presenter cantik Henny Etzelina memperlihatkan Buku karyanya berjudul "Paman Birin" . 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kisah ini bisa jadi inspirasi jika menulis itu memang menyenangkan. Meski proses menyelesaikannya bisa berbulan-bulan untuk jadi sebuah buku, namun hasilnya tentu berbuah manis menggairahkan gerakan literasi khususnya di Kalimantan Selatan.

Seperti yang dilakukan Presenter yang juga MC cantik Banua Henny etzelina, ditengah kesibukan agenda profesi yang dilakoninya dia masih sempat menulis hingga jadi sebuah buku. Isi pada buku yang telah rampung diselesaikannya pun begitu menginspirasi, yakni kisah biografi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor.

Pada buku dengan judul sampul paman Birin itu memiliki tebal 165 halaman. " Saya selesaikan selama kurang lebih lima bulan. Sudah proses pencetakan," katanya.

Baca: Rencana Irish Bella Hijrah dan Berhijab Setelah Menikahi Ammar Zoni Diungkap ke Atta Halilintar

Baca: Buka Gebyar Hardiknas di Kalsel, Begini Pesan Irjen Kemendikbud Prof Muchlis

Baca: Sakit Cacar Kartika Putri Saat Hamil, Habib Usman Bin Yahya Ungkap Julukan untuk Calon Bayi

Paman Birin bahkan sudah menerima buku itu, dia begitu senang dan antusias sekigus beri saran agar terus maju dan berkarya, walaupun dengan segala keterbatasannya. Paman Birin juga langsung menitipkan kalimat motivasi kepada Henny.

Saat menerima buku itu, Paman Birin juga terkejut. Dia memberi apresiasi kepada Henny yang sudah berkreasi dan mandiri, berkreasi tanpa membebankan orang lain. Dia juga bangga karena ada anak banua yang tiba-tiba menuliskan tentang runutan kisah pergerakan yang telah dilakukan Paman Birin.

" Saya terinspirasi dari slogan yang terus digaungkan Gubernur Kalsel 'berjuang gelorakan rakyat'," katanya.

Dikatakannya, tentu dalam proses menulis ada suka dan duka. Diantaranya, kesulitan mengumpulkan data dan foto. Namun dia tetap fokus bagi waktu dan kapan waktu harus menulis disela kesibukan.

Belum lagi ada saja pandangan sebelah mata, namun usaha akhirnya membuahkan hasil sebuah buku.

" Ingin menghidupkan dan menggairahkan gerakan literasi banua, selain menantang diri saya sendiri sebagai pembuktian saya bisa dan mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk banua. Saya belum sukses tapi setidaknya bisa menuliskan kisah sukses orang lain yang sudah berbuat untuk banua dan negeri, " katanya.

Baca: Kejari Kapuas Musnahkan Barang Bukti dari 59 Perkara Tindak Pidana Umum dan Tindak Pidana Khusus

Baca: Provokasi TNI AL, Kapal Pemerintah Vietnam Tabrak Kapal Perang Indonesia

Namanya juga menulis, ketika berusaha dia juga akui sering alami turun naik mood.

" Tapi banyak juga yang kasih semangat, Seperti halnya diaz hendropriyono yang memberikan ucapan sederhana juga menambah motivasi saya untuk terus berjuang menyelesaikannya, belum lagi keterbatasan finansial, pada proses buku ini saya mandiri," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved