Kriminalitas HST

Siti Salmah Kaget 12 Karung Gabahnya di Batu Benawa HST Diangkut Orang Tidak Dikenal Pakai Pikap

Tak tanggung-tanggung, maling yang mengambil gabah milik Salmah dan Ahyar menggunakan mobil minibus berwarna silver.

Siti Salmah Kaget 12 Karung Gabahnya di Batu Benawa HST Diangkut Orang Tidak Dikenal Pakai Pikap
ibrahim ashabirin
ILustrasi - Sufian (45) warga Desa Tatakan Kabupaten Tapin menjemur gabahnya yang terendam banjir 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Nahas bagi Siti Salmah dan suaminya, Ahyar, hasil panen gabahnya harus raib diambil maling.

Warga Desa Bakti Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi korban pencurian padi.

Tak tanggung-tanggung, maling yang mengambil gabah milik Salmah dan Ahyar menggunakan mobil minibus berwarna silver.

Kejadian bermula saat Salmah dan suaminya memanen padi di sawah, warga Hulu Sungai Tengah menyebutnya hutan.

Hasilnya pada Senin (29/4/2019) ada ,12 karung yang diperoleh hasil panen. Padi yang dipanen pun jenis siam.

Baca: Zodiak Hari Rabu 1 Mei 2019, Ramalan Bagi Pisces Terbaik, Gemini Beruntung dan Taurus Malah Malas?

Baca: NEWSVIDEO : Polda Kalsel Ungkap Jaringan Sindikat Narkoba Lapas Teluk Dalam dan Sabu Asal Malaysia

Baca: NEWSVIDEO : Palangkaraya Calon Kuat Jadi Ibu Kota Pemerintahan RI, Ini Penjelasan Rektor UPR

Merasa cukup banyak hasil panennya, ia mengupahkan agar padi miliknya dibawa ke teras rumahnya.

Sayangnya, setelah pulang dari hutan, bukan menikmati hasil panen. Salmah harus menelan pil pahit ketika padi yang baru dipanen raib.

Diceritakan Salmah, ia sempat kaget ketika tak menemukan padi miliknya tak ada diteras. Sempat mengira jika padinya dibawa oleh tengkulak. Namun, menurutnya, tengkulak selalu membawa padi ketika ada orang di rumah.

"Ya abut ae. Ku tanya bapanya. Kemana banih. Tanya sana-sini tak ada yang tahu. (Ya sempat ribut. Saya tanya kepada suami kemana padi. Kami tanya kepada tetangga tidak ada yang tahu," ceritanya.

Ia dan suaminya juga sempat bertanya kepada tengkulak perihal padi miliknya. Sayangnya, tengkulak yang biasa membeli padi miliknya menyatakan ketidaktahuan.

Salmah curiga padi miliknya dibawa menggunakan mobil. Pasalnya, di halamannya ditemukan jejak roda mobil.

Baca: Ditresnarkoba Polda Kalsel Ungkap Jaringan Sindikat Narkoba Lapas Teluk Dalam, Sabu Asal Malaysia

Baca: Kejari Batola Musnahkan Ratusan Barang Bukti Kejahatan, Mulai Senjata Api hingga Bir Hitam

Kecurigaan Salmah benar jika padi miliknya diangkut. "Tetangga yang lain bilang ada yang ngangkut pakai minibus warna silver," katanya.

Jika dihitung kasar, 12 karung padi tersebut mencapai 60 belek takaran orang Banjar atau cetara 1.200 liter padi.

"Ya kami sedih padi dibawa orang. Katanya yang membawa tidak menunjukan kalau pencuri. Mereka membawa padi saya dengan mudah," ujarnya.

Akibat kejadian ini, Salmah akhirnya melaporkan kejadian ini kepada kepolisian. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved