Berita Tapin

Warga Pipitak Jaya dan Harakit Ingin Ganti Rugi Lahan Bendungan Tapin Cair Sebelum Idulfitri

Warga Desa Pipitak Jaya berkeinginan ganti rugi lahan yang terdampak proyek pembangunan bendungan Tapin cair sebelum Hari Raya idulfitri.

Warga Pipitak Jaya dan Harakit Ingin Ganti Rugi Lahan Bendungan Tapin Cair Sebelum Idulfitri
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Sugiannoor, Kepala Desa Pipitak Jaya Kecamatan Piani Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU -Warga Desa Pipitak Jaya berkeinginan ganti rugi lahan yang terdampak proyek pembangunan bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya dan Desa Harakit di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, cair sebelum idulfitri. 

Itu dikatakan Kepala Desa Pipitak Jaya, Sugiannoor menyampaikan aspirasi dan keinginan kuat sebagian warganya karena belum menerima uang ganti lahan proyek pembangunan bendungan Tapin.

"Sebagian warga saya sudah mengerti karena pertemuan itu sudah kesekian kali dan sebagian warga saya sudah mendapatkan uang pergantian lahan," katanya.

Sugiannoor mengakui pertemuan di Aula Kantor Bupati Tapin itu difasilitasi Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin, Muhammad Yunus dihadiri perwakilan Polres Tapin, Koramil Lokapikat- Piani, Polsek Piani dan warga.

"Kemarin itu paling dominan warga dari Desa Harakit. Ada dua desa yang lahannya terkena proyek pembangunan Tapin," katanya.

Baca: Kejari Batola Musnahkan Ratusan Barang Bukti Kejahatan, Mulai Senjata Api hingga Bir Hitam

Baca: 11 Petugas Penyelenggara Pemilu dan 6 Panwaslu Tanahlaut Sakit Selama Pemilu 2019

Sugiannoor mengaku sudah menjelaskan mekanisme pencairan lahan yang terdampak proyek pembangunan.

Proses pencarian uang ganti rugi lahan sebelumnya dilakukan oleh tim verifikasi dari Kantor Pertanahan Kabupaten Tapin dan Balai Besar Kawasan Sungai Kalimantan di Kota Banjarmasin.

Setelah tim melakukan verifikasi data lahan yang terkena areal pembanguna bendungan Tapin itu, lanjutnya berkas dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada Kementerian Keuangan yang mencairkan dananya.

"Proses di Jakarta itu yang diperkirakan Agustus ini akan selesai. Ini yang membuat sebagian warganya resah menunggu empat bulan," karanya.

Sebagian warga ada yang belum memahami bagamana tahapan dan proses bentuk pergantian lahan pembangunan bendungan Tapin, katanya.

Inilah kondisi akses jalan menuju lokasi pembangunan bendungan Tapin aspalnya koyak tinggal pasir batu karena dilintasi mobil angkutan material berbobot berat tanpa pemeliharaan jalan
Inilah kondisi akses jalan menuju lokasi pembangunan bendungan Tapin aspalnya koyak tinggal pasir batu karena dilintasi mobil angkutan material berbobot berat tanpa pemeliharaan jalan (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)
Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved