Berita Kalbar

Bawaslu Pastikan Kasus Dugaan Politik Uang di Sekadau Kalimantan Barat, Terus Diproses

Sekitar 50 warga Nanga Taman dan Nanga Mahap mendatangi kantor Bawaslu Sekadau, Selasa (30/4/ 2019).

Bawaslu Pastikan Kasus Dugaan Politik Uang di Sekadau Kalimantan Barat, Terus Diproses
KOMPAS/LASTI KURNIA
Kelompok gabungan dari Panwaslu dan lembaga swadaya masyarakat, menyatakan menolak prkatik politik uang dalam pelaksanaan Pemilukada DKI Jakarta, pada aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (24/6/2012). Baik memberi atau menerima uang dalam pelaksanaan kampanye pemilukada dianggap sebagai praktik korupsi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SEKADAU -  Pertanyakan penanganan kasus dugaan politik uang atau money politic,  sekitar 50 warga Nanga Taman dan Nanga Mahap mendatangi kantor Bawaslu Sekadau, Selasa (30/4/ 2019).

Kedatangan mereka ini untuk mengawal penanganan kasus money politic atau politik uang yang diduga melibatkan Caleg Kabupaten Sekadau.

Satu di antara perwakilan warga yang mendatangi kantor Bawaslu, Aloanto dari Desa Meragun meminta  Bawaslu Sekadau segera menyelesaikan kasus politik uang tersebut.

"Kami menuntut kecurangan pemilu money politic ini segera dituntaskan. Karena dia (terduga pelaku) ini terbukti menyogok, memberi uang kepada masyarakat," ujarnya.

Dia juga mengaku dapat memastikan hal tersebut karena bukti-bukti yang diserahkan kepada Bawaslu dianggap pihaknya sudah lengkap.

"Mereka tidak pernah kampanye tapi suaranya banyak. Jadi kami meminta Bawaslu mengusut tuntas kasus ini. Ini ada barang bukti dan sudah diserahkan ke Bawaslu, berupa uang, di mana masyarakat ada yang menerima Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, Rp 400 ribu,” katanya.

Baca: Ini 4 Cara Memilih Makanan Saat Sahur di Bulan Puasa Ramadhan 2019, Gorengan Harus Dihindari?

Bahkan diakuinya Bawasalu sudah datang dan memeriksa saksi-saksi namun masih belum ada titik terang dari kasus tersebut.

"Sudah satu minggu kami pertanyakan kenapa belum selesai, karena itu kami siap membantu Bawaslu dalam mengawal kasus ini," tuturnya.

Senada dengan Aloanto, perwakilan warga Desa Cenayan, Nanga Mahap juga meminta kepastian penyelesaian kasus money politik tersebut.

"Sejak 16 April kemarin laporan money politic ini. Kami tidak puas karena tidak ada kelanjutannya," tuturnya.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved