Kriminalitas HST

Toni Setiawan, Maling Gabah yang Meresahkan Warga HST Akhirnya Ditangkap, Ini Motifnya

Maling gabah yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah akhirnya diciduk oleh polisi pada Rabu (1/5/2019).

Toni Setiawan, Maling Gabah yang Meresahkan Warga HST Akhirnya Ditangkap, Ini Motifnya
HO/Humas Polres HST
Tersangka pencuri gabah, Toni Setiawan, warga Desa Pantai Batung Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah dibekuk jajaran Polres HST, Selasa (30/4/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Maling gabah yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah akhirnya diciduk oleh polisi pada Rabu (1/5/2019).

Tersangkanya adalah Toni Setiawan, warga Desa Pantai Batung Kecamatan Batu Benawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Pria berusia 26 tahun ini mengaku sudah tiga kali mencuri gabah petani.

Ia ditangkap di Desa Kapuh, Barikin Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah hanya berselang dua jam dari pencurian terakhir yang ia lakukan di Desa Banua Kepayang, Kecamatan Labuan Amas Utara.

Pencurian pertama dilakukannya di Desa Kayu Bawang Kecamatan Barabai beberapa waktu lalu. Kemudian, ia kembali mencuri gabah petani di Desa Aluan Bakti Kecamatan Batu Benawa pada Senin (29/4/2019).

Di Aluan Bakti ia mencuri gabah milik Siti Salmah dan Akhyar sebanyak 12 karung.

Baca: Siti Salmah Kaget 12 Karung Gabahnya di Batu Benawa HST Diangkut Orang Tidak Dikenal Pakai Pikap

Baca: Gabah Milik Warga Batu Benawa Dicuri, Kapolres HST : Pencuri Pura-pura Jadi Pemblantik Gabah

Terakhir ia mencuri di Desa Banua Kepayang Kecamatan Labuan Amas Selatan. Modus pencurian yang dilakukan Toni sama. Ia berpura-pura menjadi tengkulak yang membeli gabah dan mengambil saat pemilik gabah masih di hutan (sawah, red).

Rata-rata, Toni mencuri gabah sebanyak 11 hingga 12 karung. Toni mengaku hasil curiannya dijual ke kabupaten tetangga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan harga jual Rp 2 juta untuk 11 hingga 12 karung.

Toni yang hapal dengan budaya warga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat musim panen seperti ini, memudahkan ia untuk mencuri gabah.

Apalagi, aksi pencuriannya dilakukannya saat pemilik sedang pergi ke sawah. Aksi pencurian yang ia lakukan antara pukul 07.00 hingga pukul 09.00 Wita.

Toni mengaku terpaksa mencuri karena masalah ekonomi. "Anak saya ada dua. Semua serba sulit, jadi saya mencuri," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved