Berita Banjarbaru

Waspada, Empat Bulan Terakhir Sudah Belasan Orang Terdeteksi HIV/AIDS di Banjarbaru

Gaya hidup bebas diduga menjadi pemicu utama adanya pasien baru dengan penderita HIV/AIDS di Kota Banjarbaru.

Waspada, Empat Bulan Terakhir Sudah Belasan Orang Terdeteksi HIV/AIDS di Banjarbaru
Banjarmasinpost.co.id/aprianto
Lokasi konsultasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarbaru. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Empat bulan terakhir, sejak awal Januari hingga April 2019
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarbaru mendeteksi ada belasan pasien baru HIV/AIDS.

Sosialisasi penanggulangan dan pencegahan penyebaran penyakit HIV/AIDS terus gencar dilakukan oleh KPA Kota Banjarbaru, namun penyakit mematikan ini terus ada terdeteksi bahkan dengan pasien baru.

Gaya hidup bebas diduga menjadi pemicu utama adanya pasien baru dengan penderita HIV/AIDS di Kota Banjarbaru.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Banjarbaru Edi Sampana mengatakan bahwa pada April ini pihaknya sudah mendeteksi empat pasien baru yang terkena HIV/AIDS.

"Dari awal Januari hingga Maret, di Banjarbaru kita mendeteksi ada 11 pasien baru yang juga terkena HIV/AIDS," katanya, Rabu, (1/5/2019).

Baca: Toni Setiawan, Maling Gabah yang Meresahkan Warga HST Akhirnya Ditangkap, Ini Motifnya

Menurutnya sudah ada total 15 orang di kota Banjarbaru yang terdeteksi sebagai pasien baru HIV/AIDS di Kota Banjarbaru selama empat bulan terakhir ini.

Kepada para pasien yang terdeteksi itu, pihaknya anjurkan untuk berobat ke rumah sakit di Banjarbaru dan tidak perlu dilakukan karantina.

Ditegaskannya bahwa pihaknya juga terus gencar melakukan sosialisasi penanggulangan dan pencegahan penyebaran penyakit HIV/AIDS.

Bahkan Kegiatan sosialisasi tidak hanya dilakukan di wilayah Kota Banjarbaru namun juga di wilayah sekitarnya. Sosialiasi juga menyasar para pekerja swasta hingga menyasar para karyawan tambang.

Pihaknya berharap, warga Banjarbaru dan sekitarnya bisa lebih hidup sehat dan tidak melakukan gaya hidup bebas yang bisa menjadi perantara kontaminasi penyebaran HIV/AIDS.

Baca: Jaringan Sabu dan Ineks di Banjarbaru Terbongkar, Tiga Pengedar dan Satu Pemodal Diciduk

Adanya informasi ini menjadi kekawatiran warga Banjarbaru, apalagi sulitnya mengetahui penderita HIV/AIDS secara fisiknya.

"Semoga tidak ada lagi bertambah pasien HIV/AIDS di Banjarbaru. Sulit untuk membedakannya dan harus lebih berhati-hati bagi yang suka jajan diluar," kata seorang warga.

Pihaknya juga berharap, pihak terkait dan instansi terkait bisa melakukan pencegahan ataupun kegiatan sosialiasi terkait dengan pencegahan penyebaran penyakit ini. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved