Kiprah Mama Lita di Masterchef Indonesia

Yakinkan Chef Juna, Chef Renatta & Chef Arnold, Lita Ibu Cantik dari Banjarbaru Ini Jadi 'Primadona'

Gelaran kompetisi memasak di Tanah Air yakni Masterchef Indonesia 2019, mulai tayang sejak awal Maret 2019 lalu.

Yakinkan Chef Juna, Chef Renatta & Chef Arnold, Lita Ibu Cantik dari Banjarbaru Ini Jadi 'Primadona'
Istimewa
Yulita Intan Sari alias Mama Lita 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gelaran kompetisi memasak di Tanah Air yakni Masterchef Indonesia 2019, mulai tayang sejak awal Maret 2019 lalu.

Dan gelaran kompetisi season kelima yang rutin ditayangkan di RCTI setiap Sabtu dan Minggu sore ini pun cukup ramai diperbincangkan.

Namun yang juga cukup menarik dan menjadi perbincangan pemirsa setianya, adalah para kontestan dalam kompetisi yang terdiri atas tiga orang juri yakni Chef Juna, Chef Renatta Moeloek dan juga Chef Arnold ini.

Satu kontestan yang cukup menjadi perhatian dan perbincangan hangat tersebut, adalah yang berasal dari Banjarbaru, yakni Yulita Intan Sari atau yang lebih dikenal dengan Mama Lita.

Selain berparas cantik dan tergolong masih muda yakni berusia 29 tahun, Mama Lita selalu tampil dengan pakaian hijab sangatlah stylish.

Baca: Lolos ke Top 5 Masterchef Indonesia 2019, Mama Lita : Aku Membuktikan Mereka Semua Salah

Baca: IRT Asal Banjarbaru Ini Masuk Top 5 Masterchef Indonesia 2019, Mama Lita Pukau Chef Arnold

Yulita Intan Sari dan keluarga
Yulita Intan Sari dan keluarga (yulitamc15)

Tak heran karenanya Mama Lita pun bisa dikatakan sebagai salah satu kontestan primadona untuk Masterchef Indonesia 2019.

Dan yang membuat Mama Lita selalu menjadi perbincangan, karena juga sering menyita perhatian dari dewan juri.

Malah kehadiran Mama Lita di Masterchef Indonesia 2019 memberi warna tersendiri, karena tak jarang menunjukkan aksi kocak.

Mulai dari aksinya membuat Chef Juna salah tingkah saat meminta dipasangkan apron, setelahh dinyatakan lolos ke babak selanjutnya.

Hingga adanya insiden terlepasnya bulu mata Mama Lita, saat menangis dan sekejap membuat kontestan serta dewan juri terbahak-bahak.

Kepada banjarmasinpost.co.id, Mama Lita pun mengatakan bahwa motivasinya mengikuti kompetisi ini untuk menunjukkan bahwa makanan yang mungkin dianggap sederhana bisa menjadi berharga.

"Saya beranikan diri mengikuti ajang bakat terbesar di Indonesia dalam dunia kuliner ini dengan tujuan saya ingin membuka pikiran bahwa tidak ada yang salah dengan makanan sederhana. Jangan merasa rendah diri karena kita hanya mengolah makanan yang mungkin dianggap sederhana bagi sebagian orang. Selama makanan itu diolah dengan sepenuh hati untuk orang yang kita sayangi, baik keluarga sahabat maupun costumer-costumer kita nantinya. Semua itu akan menjadi lebih berharga," katanya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved