Berita Banjarbaru

Gubernur Kalsel Paman Birin Kembangkan Beras Keramat Peramasan Jadi Produk Premium Lokal

alsel berupaya mengembangkan beras merah premium produk lokal. Potensi beras merah ini mulai digarap di Desa Paramasan Bawah Dusun Baringan, Banjar.

Gubernur Kalsel Paman Birin Kembangkan Beras Keramat Peramasan Jadi Produk Premium Lokal
HO/Dinas Kehutanan Kalsel
Beras keramat dari wilayah Paramasan Bawah, Kabupaten Banja, yang akan dikembangkan Gubernur Kalsel menjadi produk premiun lokal. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalsel berupaya mengembangkan beras merah premium produk lokal. Potensi beras merah ini mulai digarap di Desa Paramasan Bawah Dusun Baringan, Kabupaten Banjar.

Kemarin, beras merah itu dipanen di atas areal seluas 150 hektare yang terbagi dalam 19 dusun di Desa Paramasan Bawah.

Lokasi pertanian beras merah itu digarap oleh petani Peramasan Bawah yang merupakan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Mandailing Binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kayu Tangi yang tak lain juga Binaan dari Dinas Kehutanan Kalsel.

Warga di sana menyebutnya beras merah tersebut dengan ‘beras keramat’.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor melalui Kadishut Prov Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, meminta kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Mandailing agar beras merah, kapasitas produksi serta kualitasnya bisa lebih ditingkatkan lagi dan juga perlu dipatenkan karena terkait adanya kearifan lokal yang mendasari masyarakat menanam dan menamakan beras merah mereka sebagai beras keramat.

Baca: Dinas PUPR Batola Siapkan Rp 1,5 Miliar Renovasi Pasar Induk Handil Bakti untuk Tampung PKL Buah

Hal itu beliau sampaikan pada saat kegiatan Panen Raya Beras Merah/Keramat di Desa Paramasan Bawah Dusun Baringan, Senin (29/4) dengan didampingi Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupatan Banjar.

Adapun jenis padi yang dipanen selain jenis beras merah keramat juga ada padi gogo jenis buyung yang ditanam di lahan kering.

Beras merah ini merupakan hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan KTH yang ada di daerah Paramasan selain kayu manis. Tanaman padi beras merah ditanam di lahan kegiatan Perhutanan Sosial KTH Gunung Mandaling di sela tanaman sengon yang berumur 6 bulan.

Banjarmasin Post Halaman 9
Banjarmasin Post Halaman 9 (capture/banjarmasin post)

Beras merah atau keramat juga merupakan salah satu syarat apabila ada kegiatan ritual adat Dayak Paramasan yang akan dilaksanakan masyarakat sehingga masyarakat pasti akan selalu menanam padi beras merah/keramat di lahan mereka.

Baca: Baikuni Pasrah Rumahnya di Sungai Lulut Bakal Dibongkar, Dinas PUPR Banjarmasin Akui Belum Negosiasi

Apa yang disampaikan oleh Gubernur Kalsel tersebut juga menjadi harapan Kepala Desa Paramasan Bawah yang dalam sambutannya mengharapkan dapat melaunching produk beras merah sehingga bisa memasarkannya tidak hanya dalam negeri tapi hingga ke luar negeri, yang tentunya sudah disertai sertifikasi produk.

Selain itu Kepala Desa Paramasan Bawah sangat mengharapkan bantuan sarana prasarana pendukung seperti alat perontok padi, mesin penggilingan padi, dan alat angkut berupa kendaraan roda tiga (Tossa) dari pemerintah daerah.

Dinas Kehutanan akan terus berusaha memfasilitasi pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dalam wadah KTH guna peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, melalui program Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel juga akan memberikan dukungannya dengan akan menyalurkan bantuan alat packing beras yang dapat menambah daya tarik pembeli dan meningkatkan harga jual produk beras merah tersebut.

Hal ini dilakukan juga untuk mendukung program Gubernur Kalsel yang ingin menjadikan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai salah satu lumbung padi nasional. (lis)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved