Berita Banjarbaru

Kebakaran Permukiman dan Puting Beliung Mendominasi Bencana di Kalsel, Pemerintah Rangkul  Swasta

Dari 12 jenis bencana di Indonesia di Kalsel terindetifikasi hanya enam jenis bencana yang paling sering terjadi.

Kebakaran Permukiman dan Puting Beliung Mendominasi Bencana di Kalsel, Pemerintah Rangkul  Swasta
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Sekda didampingi Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin memberikan keterangan pers soal kebencanaan di Kalsel, Kamis (2/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dari 12 jenis bencana di Indonesia di Kalsel terindetifikasi hanya enam jenis bencana yang paling sering terjadi.

Di antaranya, kebakaran permukiman, kebakaran hutan dan lahan, puting beliung, banjir, kekeringan dan adanya gelombang pasang (Banjir).

Nah dari enam jenis bencana di Kalsel itu, mayoritasnya kebakaran pemukiman sehingga menyebabkan Kalsel itu mempunyai satuan pemadaman kebakaran swasta terbanyak di Indonesia bahkan DI Asia.

Oleh karena itu maka peranan masyarakat dalam melibatkan sektor swasta dalam penanggulangan kebencanaan di Kalsel terlihat.

Baca: Hardiknas di Balangan Dimeriahkan Berbagai Atraksi, Bupati Sampaikan Pesan Mendikbud

Baca: Bacaan Doa Berbuka Jelang Ramadhan 2019/1440 H, Ini Amalan Sunnah Nabi Muhammad SAW Soal Buka Puasa

Baca: Jessica Iskandar Dilamar Richard Kyle di Pantai, Teman Nia Ramadhani Itu Selipkan Tanda Ini

"Tinggal pembinaan-pembinaan. Nah pembinaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi salah satunya yakni dengan membentuk forum pengurangan resiko bencana yang dilakukan saat ini," kata Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin di sela acara membuka Musyawarah Daerah (Musda) Forum Penanggulangan bencana daerah.

Dijelaskan Wahyuddin, Forum ini adalah kumpulan dari berbagai latar belakang organisasi, baik dari dunia usaha, perguruan tinggi, media masa dan Organisasi masyarakat dihimpun dijadikan stau forum agar masyarakat faham terang kebencanaan di Kalsel.

"Kepada kawan dari dunia usaha dan maupun dari swasta lainnya kalau mau melakukan kegiatan penanggulangan bencana untuk mengurangi penanggulangan bencana itu nanti bisa berkoordinasi di forum ini agar kegiatan bisa melaksanakan kegiatan secara efektif dan efisien," tandas mantan Cartaker Tanahbumbu itu.

Masih Wahyuddin, Bencana Alam terjadi di Kalsel, sampai saat ini sudah dilaporkan ada sampai 1300 kejadian bencana dalam setahun.

Paling banyak adalah kejadian kebakaran pemukiman, dan disusul puting beliung. Untuk banjir sangat jauh berkurang yang mana menenggelamkan rumah penduduk itu bisa diantisipasi. Kalau pun banjir yang saat ini terjadi di perkotaan itu disebabkan karena drainase yang kurang lancar.

"Untuk Banjir, kita sudah memasang e warning sistem. Jika di Hulu terjadi hujan lebat dan ada tanda air meningkat, maka ini akan disegera antisipasi oleh petugas yang diinfokan ke warga. Ini termasuk mencegah resiko kebencanaan," kata Wahyuddin.

Tahun ini yang banyak pula selain kebakaran hutan dan lahan itu kejadian puting beliung." Sehingga kami mengimbau kepada masyarakat kalau ada peringatan dari BMKG, maka masyarakat sudah otomatis antisipasi diri," kata dia.

Dijelaskan Wahyuddin, secara umum kebencanaan di Kalsel ini relatif lebih ringan jika di bandingkan dengan daerah lain. Meski pun di tahun ini ada kejadian longsor yang memakan korban semisal di Longsor di Pendulangan Intan Cempaka dilaporkan sebanyak lima korban meninggal dan Longsor di Pulau Sembilan sebanyak dua korban.

Baca: Besok Malam Pelantun Jaran Goyang Hibur Athena Discothique HBI Banjarmasin

Baca: Ramadhan, Rumah Makan dan Restoran Siap Saji di Banjarbaru Dilarang Buka Sebelum Pukul 17.00 WITA

Adapun Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makie menambahkan peranan pemerintah saja tidak cukup sehingga perlu ditambah dari sektor swasta dalam pengurangan resiko kebencanaan.

"Pastinya ini baik dibentuk nya forum ini. Dengan harapan pengurangan resiko kebencanaan di Kalsel ini akan semakin minim," kata Abdul Haris Makkie. (banjarmasinpost.co.id / Lis) 

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved