Berita Tanahlaut

Mahasiswi Tanahlaut Ini Soroti Upah Buruh di Peringatan May Day, Begini Sarannya

Tiap tanggal 1 Mei kalangan buruh di seluruh penjuru dunia turun ke jalan. Mereka menyuarakan hak-hak sebagai pekerja yang harus diperhatikan

Mahasiswi Tanahlaut Ini Soroti Upah Buruh di Peringatan May Day, Begini Sarannya
dokumen pribadi
Dewi Sukma 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tiap tanggal 1 Mei kalangan buruh di seluruh penjuru dunia turun ke jalan. Mereka menyuarakan hak-hak sebagai pekerja yang harus diperhatikan pemerintah.

Begitu halnya di Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Hari Buruh atau May Day, Rabu kemarin, juga ada aksi turun ke jalan. Ratusan pekerja menyampaikan aspirasinya di gedung DPRD Kalsel setelah sebelumnya melakukan long march.

Sementara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), kali ini kalangan buruh setempat tidak melalukan aksi turun ke jalan. Mereka memilih menggelar aksi sosial berupa donor darah.

Semua aksi atau kegiatan yang dilakukan para buruh pada Hari Buruh, menurut Dewi Sukma, harus diapresiasi. "Apalagi bagi kami kalangan mahasiswa yang juga harus turut berperan untuk membantu mengangkat harkat martabat buruh," ucapnya, Kamis (02/05/2019).

Baca: May Day, DPC F Hukatan KSBSI Kabupaten Kapuas Sampaikan Tujuh Tuntutan, Berikut Isinya

Baca: Ini Tuntutan Buruh di Banjarmasin Saat Gelar Unjuk Rasa Memperingati May Day 2019

Baca: Buruh Gelar Aksi May Day ke Jalanan, Satlantas Polresta Banjarmasin Amankan Lokasi Ini

Mahasiswa Politeknik Negeri Tanahlait angkatan 2017 ini mengatakan upah buruh hingga kini masih selalu menjadi isu global. Karenanya dari waktu ke waktu semua pihak diharapkan membantu mendorong perbaikan upah buruh.

Sepengetahuannya, upah buruh di Kalsel terutama di Kabupaten Tanahlaut terus mengalami perbaikan meski juga perlu terus ditingkatkan. "Sesuai hasil observasi dari teman yang jadi buruh, katanya sih sekarang udah mendingan daripada yang dulu," sebut Sukma.

Menurut mahasiswa Jurusan Teknologi Industri Pertanian ini pemerintah harus lebih jeli lagi membedakan nilai upah buruh. Penentuan besaran nominalnya mesti disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan.

"Jangan disamaratakan. Upah itu sebaiknya disesuaikan dengan jenis pekerjaan serta risiko yang ditanggung buruh," cetusnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved