Berita Banjarmasin

Segel Warung Dinnah Terbakar, Warga Belum Tahun Nilai Ganti Rugi Lahan Jembatan Sungai Lulut

Sudah 30 tahun Dinnah menempati rumah makan yang ia kelola di Jalan Veteran, RT 3, Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, Banjarmasin, Kalsel.

Segel Warung Dinnah Terbakar, Warga Belum Tahun Nilai Ganti Rugi Lahan Jembatan Sungai Lulut
capture/BPost Edisi cetak
Banjarmasin Post edisi Kamis (2/5/2019) halaman 9 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  - Sudah 30 tahun Dinnah menempati rumah makan yang ia kelola di Jalan Veteran, RT 3, Sungai Lulut, Banjarmasin Timur, Banjarmasin, Kalsel.

Namun tampaknya pemerintah berkehendak lain. Pasalnya, bangunan warung milik Dinnah berada di samping jembatan yang rencananya tahun ini akan direnovasi. Sehingga bakal digusur karena lahannya akan dipakai untuk renovasi jembatan

Harap-harap cemas pun dirasakan oleh warga Sungai Lulut ini. Satu sisi ia menerima dan berharap adanya perbaikan pada jembatan. Terlebih, menurutnya saat ini banyak truk besar yang melintas. Sehingga getaran di jalan raya pun terasa.

"Apalagi sekarang ada perbaikan Jembatan Alalak. Akibatnya banyak truk yang memilih lewat sini," ucapnya, Selasa (30/4/2019).

Di sisi lain, bangunan miliknya terdampak proyek jembatan. Warung makan yang dijalankannya puluhan tahun itu akan diratakan dengan tanah dan tak lagi berdiri di lokasi yang sama. Selain itu, posisi warung milik Dinnah pun tepat berada di atas air.

Baca: KalselPedia - Inilah Pasar di Kota Banjarmasin, Kecamatan Banjarmasin Tengah Terbanyak Punya Pasar

Baca: Wawancara Ekslusif Prof DR Muchlis R Luddin : Di PAUD Jangan Diajarkan Calistung

Baca: Peserta Berlarian Cari Tempat Berteduh, Upacara Hari Pendidikan Nasional Dihajar Hujan dan Badai

Dinnah menyadari warungnya disebut berada di jalur hijau. Dalam artian area yang tidak boleh ada bangunan. Sebagaimana diketahui pula, kawasan di atas sungai untuk Kota Banjarmasin memang dilarang berdiri bangunan.

Kekhawatiran Dinnah juga ialah biaya ganti yang tidak sesuai. Ditambah lagi ujarnya, bangunan tersebut sudah tidak memiliki segel. Dinnah bercerita, kalau segel rumahnya terbakar saat insiden kebakaran beberapa tahun silam.

"Dulu abahku di sini. Ada segelnya ditinggali. Tapi pas kejadian kebakaran beberapa tahun lalu, segelnya juga habis terbakar begitupun rumah saya dan benda lain," ucap Dinnah.

Sudah seringkali rapat diadakan untuk pembebasan lahan tersebut. Dinnah menyampaikan di dekat tempat berjualanya ada sekitar empat rumah yang terdampak. Begitupun di seberang warung makan tersebut.

Rumah Dinnah berada di sisi satu jembatan box culvert yang rencananya akan diperbaiki. Dari informasi Dinnah pula diketahui, ada sekitar 16 bangunan yang akan kena penggusuran, secara merata, sisi kiri kanan jalan dan jembatan.

Baca: Zaskia Adya Mecca Ganti Tas Plastik dengan Tas dari Singkong

Baca: Aksi Mahasiswa Poliban di Ajang Nasional Kontes Robot, Alfrey Bisa Bikin Robot Menari

Baca: Humas PTPN XIII : Perusahaan Pernah Mencicil Hak Pekeja, Sejak 2106 Tak Mampu Bayar Lagi

Belum ada pembicaraan mengenai biaya pergantian bangunan tersebut. Ia pun lantas sangat berharap harga yang dibayar bisa sesuai.

Selain itu, harapan Dinnah pula, dirinya dicarikan lokasi atau lahan lain untuk berdagang. Ia khawatir kalau biaya ganti malah tidak cukup untuk membuat bangunan baru atau hanya sekadar menyewa. (ell)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post dan e-Paper Bpost edisi Kamis (2/5/2019)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved