Berita Internasional

Theresa May Pecat dan Usir Menhan Inggris Gavin Williamson, Ternyata Ini Penyebabnya

Perdana Menteri Inggris Theresa May memecat Menteri Pertahanan Gavin Williamson karena bocornya keputusan penting terkait perusahaan

Theresa May Pecat dan Usir Menhan Inggris Gavin Williamson, Ternyata Ini Penyebabnya
AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, LONDON - Perdana Menteri Inggris Theresa May memecat Menteri Pertahanan Gavin Williamson karena bocornya keputusan penting terkait perusahaan asal China, Huawei.

Langkah yang mengejutkan dari May itu menyusul penyelidikan terkait laporan surat kabar Daily Telegraph soal Huawei.

Melansir dari CNN, Rabu (1/5/2019), surat kabar tersebut melaporkan bahwa pemerintah Inggris sedang bersiap untuk memberikan Huawei akses ke bagian-bagian jaringan seluler 5G.

"Perdana Menteri malam ini meminta Gavin Williamson untuk meninggalkan pemerintahan," demikian bunyi keputusan May.

"Hal itu setelah hilangnya kepercayaan pada kemampuannya menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan sebagai anggota kabinet," lanjutnya.

Baca: Redmi Note 7 atau Redmi Y3 Bakal Usung Kamera Selfie 32 MP, Tiru Huawei P30 dan Vivo V15

Baca: Luna Maya Berteriak Hiteris Saat Tonton Aksi BTS di Thailand, Mantan Ariel NOAH: Oh My God My Hubby!

Baca: Ganja Hingga Kosmetik Dimusnahkan Kejari Kabupaten Banjar, Segini Jumlahnya

Sementara, Williamson membantah telah menjadi sumber kebocoran tersebut. Dalam sepucuk surat yang diunggah di akun Twitter-nya, dia menyangkal terlibat dalam masalah tersebut.

"Saya menyesalkan telah terjadi kebocoran dari Dewan Keamanan Nasional yang berasal dari kementerian saya," tulisnya.

"Saya menyangkal terlibat dalam kebocoran ini dan yakin penyelidikan secara menyeluruh dan resmi akan membuktikan posisi saya," imbuhnya.

Williamson tidak akan menuruti perintah May untuk mengundurkan diri. Dia menilai, apabila itu dilakukan maka akan menunjukkan bahwa dia bersalah.

Bocornya keputusan Inggris soal Huawei di Daily Telegraph menjadi kontroversial.

Negara Barat, termasuk, AS menilai produk Huawei dapat dimanfaatkan China untuk kegiatan spionase.

Laporan BBC menyebutkan, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi terkait peran Huawei pada jaringan 5G di Inggris.

Huawei menolak segala tudingan sehubungan dengan risiko spionase dan sabotase, atau tuduhan soal dikendalikan oleh pemerintah China.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved