Berita Banjarbaeu

Ini Biaya Keimigrasian Terkini dengan Tarif baru dan Kondisi WNA di Kalsel

PP Nomor 28 tentang Jenis dan Tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Kemenkum Ham RI yang telah diundangkan pada tanggal 18 April

Ini Biaya Keimigrasian Terkini dengan Tarif baru dan Kondisi WNA di Kalsel
Dari kemenkumham kalsel untuk BPOST
Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan Dodi Karnida pimpin pertemuan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 tentang Jenis dan Tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Kementerian Hukum dan HAM RI yang telah diundangkan pada tanggal 18 April 2019.

Terkait dengan diundangkannya ketentuan tersebut mulai berlaku setelah 15 hari sejak diundangkan, tepatnya tarif itu mulai diberlakukan 3 Mei 2019, yang di dalamnya antara lain mengatur tentang tarif denda kadaluwarsa izin keimigrasian (over stay).

Jumlah WNA pemegang izin tinggal keimigrasian di Kalimantan Selatan pasca pemilihan umum dan menjelang bulan Ramadaan jumlahnya relatif stabil.

Baca: Jadwal Pekan Pertama Liga 1 2019, PSS Sleman vs Arema FC, Persib Bandung, Persija & Persebaya Main

Baca: Ayu Ting Ting Tersipu Malu Karena Shaheer Sheikh Diungkap Ivan Gunawan? Digoda Iis Dahlia & Eko

Baca: Kelelahan Gelar Pemilu, Pejuang Pemilu 2019 di Kalsel Berguguran

“ Jumlah WNA pemegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK), IT Terbatas (ITAS), IT Tetap (ITAP) dan ITAS Perairan pada tanggal 1 Mei 2019 tercatat sebanyak 486 orang. Jumlah ini relatif stabil seperti biasanya karena angka WNA pemegang izin tinggal di Kalsel setiap bulannya selalu sekitar atau berada di bawah angka 500," ucap Kepala Divisi Keimigrasian Kalimantan Selatan Dodi Karnida, Jumat (3/4).

Mereka itu ialah sembilan orang pemegang ITK, 45 orang pemegang ITAS Maksimal 6 bulan, 397 orang pemegang ITAS 1 tahun, 14 orang pemegang ITAS 2 tahun, 19 orang pemegang ITAP dan 2 orang pemegang ITAS Perairan.

Jika dirinci berdasarkan kewarganegaraan maka sebanyak 244 orang WN RRT, 49 orang Korea Selatan, 34 Malaysia, 29 Thailand, 12 Filippina dan lain-lain yang kesemuanya berasal dari 35 negara dari seluruh belahan benua seperti dari Somalia dan Maroko di Afrika dan Guyana di Amerika Latin sedangkan yang dominan berasal dari Asia.

Jika dirinci berdasarkan maksud kunjungan, mereka antara lain sebanyak 201 orang Tenaga Ahli, 70 orang TKA Bidang Konstruksi dan Bangunan, 64 orang suami ikut isteri, 57 orang TKA Bidang Perindustrian, 41 orang pelajar/mahasiswa, serta 30 orang TKA Bidang Pertambangan dan Penggalian.

Sedangkan pemodal dan TKA Bidang Kehutanan masing-masing 1 orang, Wisatawan Lanjut Usia 2 orang dan TKA Bidang Keagamaan 4 orang.

Seiring dengan telah diundangkannya Peraturan Pemerintah Nomor 28/2019 yang mengatur antara lain mengenai biaya keimigrasian, maka setelah ada petunjuk pelaksanaannya serta sistem pembayaran biaya keimigrasian sudah disesuaikan, para WNA pemegang izin tinggal ini harus membayar biaya keimigrasian dengan tarif baru termasuk jika izin tinggalnya kadaluwarsa (over stay) yaitu sebesar Rp. 1.000.000.- (satu juta rupiah) per hari yang sebelumnya hanya Rp. 300.000.- (tiga ratus ribu) per hari.

Tetapi kepada WNA yang tidak mampu membayar atau jika over stay lebih dari 60 hari, maka kepadanya diberikan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa pendeportasian dan pencantuman namanya di dalam Daftar Penangkalan (black list).

Baca: Nasihat Parto Kala Andre Taulany Dituding Hina Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat

Baca: SDN 1 Landasan Ulin Barat Mulai Melaksanakan PPDB Pada 9 Mei 2019

Mengenai berapa banyak jumlah WNA yang melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, Dodi tidak bisa memberikan datanya karena data di dalam Sistem Informasi Keimigasian (SIMKIM) versi satu maupun SIMKIM versi dua yang saat ini sudah mulai diterapkan, tidak dikenal adanya klasifikasi WNA berdasarkan agama/kepercayaan.

Adapun terkait sebaran jumlah WNA di daerah, maka TKA terbanyak biasanya tinggal dan melakukan aktifitasnya berada di wilayah Kabupaten Tabalong.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved