Breaking News:

Serambi Mekkah

Peduli Terhadap Keamanan Pangan, PKK Banjar Lakukan Hal Ini

Rakor keamanan pangan bagi Kelompok wanita tani, kader PKK dan pelaku usaha di Aula Mahligai Sultan Adam

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
DARI MEDIA CENTER KOMINFO BANJAR UNTUK BPOST GROUP
Ketua TP PKK Banjar Hj Raudhatul Wardiyah (tengah) bersama pihak BPOM Kalsel memaparkan mengenai keamanan bahan pangan, Kamis 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tak sekadar membina kaum hawa terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga, Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar juga sangat peduli terhadap keamanan pangan di Bumi Barakat.

Bersama Dinas Ketahanan Pangan di Banjar, TP PKK ingin turut membantu mewujudkan pangan yang bermutu dan aman di Kabupaten Banjar.  Rapat koordinasi keamanan pangan bagi Kelompok wanita tani, kader PKK dan pelaku usaha pun telah dilaksanakan, kemarin, di Aula Mahligai Sultan Adam, Martapura.

"Rapat koordinasi tersebut bertujuan untuk pembelajaran keamanan pangan bagi kader-kader PKK, kelompok wanita tani, dan pelaku usaha yang ada di Kabupaten Banjar," ucap Ketua TP PKK Banjar Hj Raudhatul Wardiyah Khalilurrahman.

First lady di Bumi Barakat ini menegaskan keamanan pangan merupakan syarat penting terhadap bahan pangan yang akan dikonsumsi masyarakat. Karenanya, kehigienisannya harus dijamin secara memadai.

Dikatakannya, pangan yang bermutu dan aman dapat dihasilkan dari dapur rumah tangga maupun dari industri pangan. Upayanya melalui sanitasi pangan, bahan tambahan pangan rekayasa genetika, iradiasi pangan kemasan, jaminan mutu dan pemeriksaan laboratorium dari pangan tercemar. 

"Jadi, keamanan pangan itu sungguh teramat penting karena bisa berdampak terhadap kesehatan orang yang mengonsumsinya," tandas Hj Raudhatul.

Melalui rakor tersebut masyarakat diharapkan bisa lebih selektif memilih makanan. Pasalnya, keamanan pangan dampaknya tidak dapat dilihat secara langsung. Tapi setelah empat hingga lima tahun kemudian.

Pada rakor keamanan pangan tersebut, hadir pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Selatan. Mereka mengupas tentang identifikasi dini makanan atau pangan yang mengandung zat-zat berbahaya melalui metode sederhana seperti uji lakmus dan lainnya.

Ketua TP PKK Banjar Hj Raudhatul Wardiyah (kedua kiri) bersama pihak BPOM Kalsel (keduan kanan) memaparkan mengenai keamanan bahan pangan, Kamis (02/05_/2019).
Ketua TP PKK Banjar Hj Raudhatul Wardiyah (kedua kiri) bersama pihak BPOM Kalsel (keduan kanan) memaparkan mengenai keamanan bahan pangan, Kamis (02/05_/2019). (Dari Media Center Kominfo Banjar untuk Bpost Group)

“Sungguh saya berharap melalui kegiatan rakor tersebut dapat melindungi masyarakat Banjar dari pangan yang berbahaya. Jadi, bisa terwujud masyarakat yang sehat dan negara pun kuat,” tandas Hj Raudhatul, Jumat (03/05/2019).

Kalangan warga di Kabupaten Banjar juga berharap kegiatan pengujian sampel makanan bisa dipersering dilaksanakan. "Apalagi sekarang mendekati bulan puasa sehingga perlu dilakukan pengecekan dan pemeriksaan makanan dan bahan-bahan makanan lainnya," cetus Wuri, warga Martapura.

Tak kalah penting, sebutnya, pemantauan terhadap stok atau ketersediaan bahan pangan di pasaran. "Supaya jangan ada yang melakukan spekulasi-spekulasi misal menahan barang tertentu karena bisa menyebabkan naiknya harga," sebutnya. (*/aol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved