Bumi Tuntung Pandang

Pimpin Rapat Koordinasi TPID, Bupati Tanahlaut Sukamta Minta Masalah Ini ke Forum

Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanahlaut (Tala) tahun 2019 dilaksanakan pada Selasa (30/4/2019)

Pimpin Rapat Koordinasi TPID, Bupati Tanahlaut Sukamta Minta Masalah Ini ke Forum
Humas Pemkab Tanahlaut
Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanahlaut (Tala) tahun 2019 dilaksanakan pada Selasa (30/4/2019) dengan dipimpin langsung oleh Bupati Tala H Sukamta di Ruang Barakat lantai II Sekretariat Daerah Tala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tanahlaut (Tala) tahun 2019 dilaksanakan pada Selasa (30/4/2019) dengan dipimpin langsung oleh Bupati Tanahlaut H Sukamta di Ruang Barakat lantai II Sekretariat Daerah Tala.

Dalam rakor tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Tala H Syahrian Nurdin, Perum Badan Urusan Logistik Regional Kalimantan Selatan (Kalsel), PT Pertamina (Persero) Marketing Office Banjarmasin, Badan Pusat Statistik Tala serta seluruh Kepala SKPD Tala yang termasuk dalam keanggotaan tim TPID Tala.

Sebelumnya, Bupati Tala H Sukamta melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Tapandang Berseri Pelaihari pada Senin (29/4/2019) lalu.
Dalam rakor TPID tersebut ia menyikapi adanya kenaikan sekitar 35 sampai dengan 60 persen harga komoditas bahan pangan, diantaranya bawang merah, bawang putih, daging ayam, telur ayam, gula pasir menjelang memasuki bulan suci ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Bupati Tala juga mengungkapkan mengenai LPG ukuran tabung tiga kilogram bersubsidi ke masyarakat perlu ditata ulang pendistribusiannya berdasarkan nama dan berdasarkan kewilayahan. Ia juga menegaskan kepada masyarakat kategori mampu untuk beralih menggunakan LPG 3 kilogram ke LPG tabung ukuran 5,5 kilogram non subsidi, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS).

"Bila ketahuan ASN Pemkab Tanahlaut masih menggunakan LPG 3 kilogram akan dipanggil majelis disiplin atau kode etik kepegawaian," ujarnya kepada banjarmasinpost.co.id.

Sukamta juga meminta kepada TPID Tala agar melakukan pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi guna menekan lonjakan harga dan kelangkaan barang serta menjaga ketersediaan pasokan dan cadangan pangan komoditas, terutama ayam dan telur ayam.

"Sudah kita minta kepada SKPD teknis untuk terus memantau produksi disetiap kandang-kandang peternak ayam dan memastikan cukup memenuhi keperluan lokal di Tala selain itu juga mendorong penguatan dan pemanfaatan jalur distribusi dan transportasi," jelasnya.

Terkait harga LPG 3 kg bersubsidi yang melambung tinggi diatas harga eceran tertinggi (HET) hingga mencapai Rp 35.000 samoai dengan Rp 45.000 per tabung, Sekretaris Daerah Tala H Syahrian Nurdin meminta jajarannya untuk mengatasi dan menanggulangi permasalahan tersebut bersinergi dengan pihak PT. Pertamina.

Sementara Perum Bulog Regional Kalsel juga siap menyalurkan atau operasi pasar bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Tala komoditas beras jenis medium dan premium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu dan daging sapi/kerbau. Namun untuk besaran kuotapenyaluran komoditas bawang merah dan bawang putih ke wilayah Tala masih menunggu kebijakan pemerintah pusat.

Sementara itu PT Pertamina menyampaikan ketersediaan LPG untuk wilayah Kalsel termasuk Kabupaten Tala kondisinya aman, terpenuhi sampai setelah hari raya idul fitri tahun 2019.

Dalam rapat itu Badan Pusat Statistik pun turut menyampaikan bahwa sejak lima tahun terakhir sejak perkembangan inflasi Kalsel mengalami penurunan pada tahun 2018 tercatat 2,63 persen dan salah satu yang mendorong tingkat inflasi ditahun 2018-2019 adalah tiket pesawat terbang.(AOL/*)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved