Berita Banjarmasin

Demi Tampil Menarik Saat Lomba Bapandung, Guru Honorer ini Rela Merias Muka Menjadi Dua Wajah

Taman Budaya Kalsel, hari ini Sabtu (4/5/2019) menggelar lomba salah satu kesenian khas Banjar yakni Bapandung.

Demi Tampil Menarik Saat Lomba Bapandung, Guru Honorer ini Rela Merias Muka Menjadi Dua Wajah
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Abdussalam, guru honorer di SDN Pasar Lama 1 Banjarmasin peserta Lomba Bapandung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Taman Budaya Kalsel, hari ini Sabtu (4/5/2019) menggelar lomba salah satu kesenian khas Banjar yakni Bapandung.

Lomba yang dilaksanakan di Gedung Wargasari Taman Budaya Kalsel tersebut, diikuti oleh sekitar 24 peserta dari berbagai daerah di Kalsel.

Masing-masing peserta diberi kesempatan tampil dengan durasi sekitar 10 hingga 15 menit di atas pentas.

Peserta yang tampil pun dengan gaya khasnya masing-masing, bahkan juga dengan kostum bermacam-macam saat membawakan kesenian bertutur menggunakan bahasa Banjar tersebut.

Baca: Terinspirasi Pegulat Iran, Roxana Gunakan Selipkan Nama Yazdani, Berharap Anak Jadi Pegulat Tangguh

Baca: BREAKING NEWS: Wanita Muda Tanpa Identitas Kritis di THM dan Meninggal di RS, Diduga karena ini

Baca: Idolakan Jonas Gonçalves Oliveira, Ronie Namakan Putranya Jonas, Kini Sang Anak Berjuluk Pistolas

Misalnya saja salah seorang peserta yang bernama Abdussalam, yang saat itu mengenakan dua kostum berbeda di bagian badan sebelah kanan maupun kiri.

Abdussalam saat itu di badan sebelah kiri mengenakan pakaian ala perempuan, bahkan wajah di sebelah kanannya dimake up layaknya seorang perempuan. Sedangkan disebelah kanan badannya mengenakan busana pria dan di bagian wajahnya dibuat kumis palsu dan memakai peci.

Dia pun dengan apik memerankan dua tokoh yakni sebagai seorang perempuan dan juga seorang pria.

Apabila sedang memerankan tokoh seorang perempuan, dia pun menghadapkan bagian badannya sebelah kanan sambil berbicara lembut layaknya perempuan.

Saat memerankan tokoh pria, dia pun menampilkan badan sebelah kirinya sambil berbicara layaknya seorang pria.

"Persiapan saya tiga sampai lima hari kemarin untuk mengikuti lomba ini. Dan saya sangat senang bisa mengikuti lomba Bapandung ini, karena juga merupakan salah satu kesenian khas Banjar," kata guru honorer di SDN Pasar Lama 1 Banjarmasin ini.

Acara ini sendiri dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, yakni M Yusuf Effendi.

"Lomba ini tentunya untuk kembali mengangkat seni budaya Banjar, khususnya Bapandung yang memang hampir punah," katanya.

Baca: Penentuan Awal Puasa 1 Ramadhan 1440 H Dari Muhammadiyah & NU Serentak? LAPAN Berikan Analisa

Baca: Foto Mulan Jameela di Resepsi Pernikahan Syahrini dan Reino Barack Jadi Perdebatan

Sementara itu Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti menerangkan yang mengikuti lomba ini mayoritas adalah para guru.

"Beberapa waktu lalu kami menggelar workshop yang diikuti oleh guru-guru, dan mereka yang mayoritas jadi peserta. Dan ternyata mereka ternyata bisa mengaplikasikan materi yang diajarkan saat workshop kemarin," pungkasnya.(banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved