Berita Kotabaru

Kapal Sar Laksamana Tak Dioperasikan Saat Bencana Pulau Matasirih, Tim Rescue Menyewa Kapal Nelayan

Tim rescue gabungan di Pulau Matasirih sempat kebingungan saat ingin pulang dari Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru.

Kapal Sar Laksamana Tak Dioperasikan Saat Bencana Pulau Matasirih, Tim Rescue Menyewa Kapal Nelayan
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kapal Basarnas Kotabaru yakni KN SAR Laksmana 241 hanya terus parkir di Pelabuhan PPI Stagen Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tim rescue gabungan di Pulau Matasirih sempat kebingungan saat ingin pulang dari Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Kotabaru.

Usai melaksanakan tugasnya yang sudah menemukan korban yang tertimbun tanah longsor, mereka sempat terkatung-katung.
Penyebabnya, tak ada kapal yang bisa ditumpangi lantaran warga setempat diprioritaskan untuk mengungsi.

Mereka pun akhirnya menyewa kapal nelayan agar bisa pulang.

Mereka hanya bisa menyewa kapal dan menumpang baik saat berangkat dan pulang kembali ke Kotabaru.

Sementara Kapal Basarnas Kotabaru yakni KN SAR Laksmana 241 hanya terus parkir di Pelabuhan PPI Stagen Kotabaru.

Selama 8 hari tim pencarian, kapal tersebut hanya parkir dan tak berangkat ke Pulau Matasirih yang jaraknya 17 jam dari Kotabaru bila menggunakan kapal nelayan.

Baca: Pesan Ashanty Saat Anang Hermansyah Tak Hadiri Resepsi Syahrini dan Reino Barack?

Baca: Foto Mulan Jameela di Resepsi Pernikahan Syahrini dan Reino Barack Jadi Perdebatan

Baca: Veronica Tan Kepergok Jualan Daging, Bandingkan Sumber Kekayaanya Saat Masih Istri BTP

Baca: Penentuan Awal Puasa 1 Ramadhan 1440 H Dari Muhammadiyah & NU Serentak? LAPAN Berikan Analisa

Bahkan tim SAR BPBD dan anggota SAR Kotabaru juga hanya menggunakan kapal nelayan.

Sementara kapal Basarnas tersebut, tetap parkir dan tidak dioperasikan dari awal bencana hingga pencarian selesai selama 8 hari.

Kapal tersebut sangat diharapkan bisa digunakan tim pencarian untuk menuju pulau yang melewati Selat Makassar.

Cuaca pun tidak mendukung namun kegigihan tim pencari tetap nekat meski menggunakan kapal nelayan.

Kepala Pos Sar Kotabaru, Teguh saat dihubungi mengatakan, tidak bisa dioperasikan karena tidak ada persetujuan dari pusat.

Namun untuk lebih jelasnya ia menyarankan menghubungi Bidang Operasi di Kantor SAR Banjarmasin.

Sementara itu, Wasino Kasi Operasi Basarnas Banjarmasin saat dihubungi, Sabtu (4/5/19) mengatakan sebelumnya sudah melakukan koordinasi ke pimpinan.

Kepala Kantor, untuk menggunakan kapal itu harus menunggu persetujuan dari Pusat namun hingga sekarang belum ada respon.

"Terus kemarin kita juga lihat skalanya, kan korbannya cuma dua orang, ini juga menjadi pertimbangan karena masuk skala kecil, " katanya.

Dia mengatakan, kabar dari Kepala Kantor dan Dirops dari pusat belum ada kabar kelanjutannya.

Sehingga kapal tidak bisa digunakan dan tetap parkir di PPI Kotabaru.

"Dari pimpinan kami tidak ada persetujuan dari pimpinan kita di Banjarmasin dan pertimbangan lainnya hanya 2 korban, " katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kotabaru, H Rusian Ahmadi Jaya, mengatakan tim SAR gabungan saat selesai pelaksanaan pencarian terpaksa menyewa kapal nelayan Rp 3 juta untuk mengantar ke Lontar kemudian perjalanan dart ke Kotabaru dengan jarak tempuh sekitar 4 hingga 5 jam.

Menurut H Jaya, tim sempat kesulitan mencari kapal lantaran tak ada kapal ke Pulau Laut Kotabaru.

Sehingga menyewa kapal ke Teluk Tamiang dan lanjut lewat darat.

"Kami bersyukur, tim sudah bisa kembali pulang meskipun harus menyewa salah satu kapal nelayan dan itu tidak masalah. Meski selama di sana tim evakuasi banyak menemui kendala. Namun dengan kebersamaan dan saling berkoordinasi akhirnya berhasil menemukan 2 korban jiwa dan membantu saudara-saudara kita di sana," ucap Jaya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved