Berita Otomotif

MK Tolak Kasasi Tuduhan Kartel, PT AHM Didenda Rp 22,5 Miliar, Honda Beri Penjelasan Ini

Mahkamah Agung telah menolak kasasi yang diajukan PT Astra Honda Motor ( AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ( YIMM)

MK Tolak Kasasi Tuduhan Kartel, PT AHM Didenda Rp 22,5 Miliar, Honda  Beri Penjelasan Ini
Istimewa/Trio Motor untuk banjarmasinpost.co.id
Varian terbaru New Honda Vario 150 dan New Honda Vario 125 yang diluncurkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA -Upaya hukum PT Astra Honda Motor ( AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ( YIMM) ke Mahkamah Agung (MA) terkait tuduhan pengaturan harga di pasar sepeda motor skutik 110-125 cc tak berhasil.

MA menolak kasasi yang diajukan kedua perusahaan otomotif terkemuda di Indonesia tersebut. MA menguatkan putusan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha ( KPPU) dan mendenda AHM sebesar Rp 22,5 miliar dan YIMM Rp 25 miliar.

Direktur Pemasaran PT AHM, Thomas Wijaya mengungkapkan pihaknya kecewa dengan keputusan MA tersebut dan berencana untuk menempuh jalur hukum untuk langkah selanjutnya.

Baca: Tak Cuma Menjual Menu Khas Banjar, Pedagang Pasar Ramadan Martapura Harus Lakukan Hal ini

Baca: Sayuran Segar di Banjar Bakal Diperiksa, ini Tujuannya

Baca: Live Streaming Sidang Isbat & Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 1440 H/2019 di TV One & Kompas TV INews

Menurutnya, tuduhan KPPU dalam hal pengaturan harga tidak benar. AHM menolak tuduhan tersebut.

“Kami tidak tahu tuduhan tersebut, sebab kami tidak pernah melakukan itu. Bukti surat elektronik bukan dari kami. Kita tidak pernah lakukan (seperti yang dituduhkan),” ungkap Thomas saat ditemui di arena Telkomsel IIMS 2019, Jumat (3/5/2019).

Terkait tuduhan pengaturan harga ini, pihak AHM sudah menjelaskan di persidangan bagaimana membentuk harga untuk produk mereka. Untuk menentukan harga AHM tidak pernah melakukan komparasi harga dengan kompetitornya.

Thomas menjelaskan, dalam menentukan harga, pihaknya melihat pengembangan produk, teknologi yang diberikan, juga dari spesifkasi, biaya material, ongkos produksi, biaya tenaga kerja ditambah dengan perpajakan. Faktor-faktor inilah yang membentuk komponen harga.

“Kami melihat kemampuan dengan masing-masing segmen sepeda motor seperti apa. Produk kita punya fitur teknologi seperti apa, pajaknya berapa. Ini yang menentukan (harga),” ucap Thomas.

Baca: Marc Marquez Puas dengan Performa Motor Honda RC213V, Optimis di MotoGP Spanyol 2019

Baca: Si Doel The Movie 2 Bakal Tayang Lebaran, Bagaimana Nasib Sarah dan Zaenab?

Thomas juga menerangkan, tanda tidak ada pengaturan harga adalah produk mereka bisa diterima di pasar luar negeri dan diekspor ke berbagai negara. Ini membuktikan harga yang dibuat sudah sesuai dengan apa yang diberikan pada konsumen selama ini.

Sebelumnya, putusan MA mengenai kasus ini tercantum dalam Nomor Registrasi 217 K/PdtSus-KPPU/2019 pada 23 April 2019. Pihak Honda dan Yamaha telah mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada 5 Desember 2017 namun ditolak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tuduhan Kartel, Honda Jelaskan soal Harga Sepeda Motor"
Penulis : Setyo Adi Nugroho

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved