Berita Banjarmasin

Terkait Mayat dari THM di Banjarmasin, Dokter RS Sari Mulia Sebut Wajah dan Hidung Mengeluarkan Busa

Pada Sabtu (4/5/2019) dinihari, seorang perempuan tanpa identitas diantar ke Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin oleh seorang lelaki.

Terkait Mayat dari THM di Banjarmasin, Dokter RS Sari Mulia Sebut Wajah dan Hidung Mengeluarkan Busa
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Dr Ali Akbar saat menggelar jumpa pers dengan awak media di ruang konsultasi hukum RS Sari Mulia Banjarmasin, Sabtu (4/5/2019) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada Sabtu (4/5/2019) dinihari, seorang perempuan tanpa identitas diantar ke Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin oleh seorang lelaki. Hal itu disampaikan oleh Dokter Ali Akbar yang dinihari itu bertugas di RS Jalan Pangeran Antasari tersebut.

Saat menggelar jumpa pers dengan awak media di ruang konsultasi hukum RS Sari Mulia Banjarmasin, Sabtu (4/5/2019) siang, Dr Ali Akbar menerangkan, satu lelaki meletakan pasien di kasur pemeriksaan. Kemudian pulang. Setelah itu, datang dua orang lelaki yang menyusul pasien tersebut.

“Saya dipanggil oleh perawat, kemudian saya menuju pasien. Saya lakukan pemeriksaan dan saya nyatakan korban sudah meninggal,” ucap Dr Ali Akbar didampingi pihak konsoltan hukum RS Sari Mulia Banjarmasin dari Borneo Law Farm dan Wadir Bidang Keuangan, Umum dan SDM RS Sari Mulia Hariyadi Widodo.

Ditanya apakah korban, yakni perempuan yang belum diketahui identitasnya itu overdosis atau tidak sebagaimana yang beredar di media sosial, Dr Ali Akbar mengklarifikasi hal tersebut.

Baca: BREAKING NEWS: Wanita Muda Tanpa Identitas Kritis di THM dan Meninggal di RS, Diduga karena ini

Baca: Tagar #I Love You 3000 dalam Avengers : Endgame Merebak di Medsos, Ini Dia Sosok Pencetusnya

Baca: SEDANG BERLANGSUNGI! Live Streaming MNCTV & Metube.id Persib Bandung vs Borneo FC di Piala Indonesia

“Jadi saya klarifikasi, saya tidak menyatakan kalau dia overdosis atau tidak, karena itu diperlukan outupsi untuk memastikan penyebab kematiannya,” jelas Dr Ali Akbar.

Ia pun menerangkan, kondisi korban saat ia tangani. Sebutnya, mulut dan hidung korban mengeluarkan busa. Kemudian tangan dan kaki sudha dalam kondisi dingin. Tak ada denyut nadi ataupun nafas. Berdasarkan itulah, sang dokter menyatakan pasien meninggal dunia.

Dinihari itu ujar Dr Ali Akbar, pernyataan meninggal dunia ia sampaikan di depan perawat dan dau orang pendamping korban. Lantas, pascamenangani, ia meminta perawat membersihkan jenazah perempuan tersebut.

Akan tetapi, didapati, setelah penanganan kedua pendamping korban tidak ada. Saat datang ke RS pun sebutnya tidak ada identitas korban.

Hingga saat ini korban perempuan itu masih di kamar mayar RS Sari Mulia. Dari foro beredar, perempuan itu berambut hitam dan mengenakan tangtop berwarna hitam. Serta berwajah bulat.

Pihak rumah sakit pun nampaknya masih menunggu keluarga korban tersebut. Namun diterangkan oleh Konsultan Hukum RS Sari Mulia dari Borneo Law Firm, Muhammad Fazri, sempat ada orang yang memang mengaku sebagai keluarga korban dan meninggalkan nomor handphone.

“Jadi korban memang tidak ada identitas dan kami sempat kebingungan. Namun untuk penyelidikan kami serahkan kepada pihak kepolisian,” jelas Fazri. Ia pun menyampaikan pihak RS tentu akan mengikuti prosedur yang berlangsung serta berharap ketika penyerahan jenazah akan disaksikan oleh pihak keluarga dan kepolisian.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved