Berita Kotabaru

Empat Pendulang Asal Tapin, Tertimbun Longsor di Sungaidurian, 1 Korban Ditemukan dalam Kondisi ini

Bencana Alam berupa tanah longsor di Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan yang mengakibatkan 2 korban jiwa belum lama terjadi.

Empat Pendulang Asal Tapin, Tertimbun Longsor di Sungaidurian, 1 Korban Ditemukan dalam Kondisi ini
istimewa
Kali ini bukan di Pulau Matasirih melainkan di area Pendulangan Gunung Puncak Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Bencana Alam berupa tanah longsor di Pulau Matasirih Kecamatan Pulau Sembilan yang mengakibatkan 2 korban jiwa belum lama terjadi.

Bencana alam tanah longsor kembali terjadi.

Kali ini bukan di Pulau Matasirih melainkan di area Pendulangan Gunung Puncak Desa Buluh Kuning Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru.

Bencana longsor kembali menelan korban jiwa.

Ada sebanyak 4 orang yang tertimbun tanah longsor saat mendulang.

Satu orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara 3 orang lainnya masih dalam pencarian.

Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi pada Sabtu (4/5/19) sekitar pukul 13.30 wita.

Area tersebut juga merupakan area blank spot sehingga pihak BPBD Kotabaru kesulitan berkomunikasi di lapangan.

Kepala BPBD Kotabaru H Rusian Ahmadijaya, didampingi Kasi Kedaruratan, Saparudin, Minggu (5/5/19) membenarkan peristiwa tersebut.

Baca: Mesir Gali Makam Kuno Berusia 4.500 Tahun Milik Pejabat Zaman Firaun, Kondisinya Seperti ini

Baca: Alasan Nikita Mirzani Tolak Kunjungan Perwakilan Dipo Latief ke Rumah Sakit Jenguk Bayinya Terungkap

Baca: Dipanggil Princess Sejak Kecil, Syahrini Disebut-sebut Masih Keturunan Prabu Siliwangi, Ini Faktanya

Baca: Deretan Ucapan Permintaan Maaf Sambut Ramadhan 1440 H/2019 M, Cocok Dibagi Instagram Hingga WhatsApp

Baca: Kumpulan Doa 10 Hari Pertama Ramadhan 1440 H/2019 M dalam Bahasa Arab dan Latin Beserta Artinya

Korbannya semuanya adalah pendulang emas di wilayah tersebut.

Dia menyebutkan korban yang sudah ditemukan adalah Syahruni alis Unyut (25) warga Desa Linuh Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin.
Sementara tiga orang yang belum ditemukan adalah Misdi (35), Ali (30) dan Tatung (40) yang semuanya adalah korban Desa Linuh Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin.

Dia menjelaskan, di area pendulangan secara tiba-tiba terjadi tanah longsor yang menelan korban jiwa.

Di area tersebut sebenarnya ada sebanyak 5 orang, namun seorang pendulang bernama Sugeng berhasil diselamatkan sehingga tak sampai tertimbun longsoran.

"Jadi informasinya, kejadian berawal ketika 5 orang tersebut hendak memulai aktivitas mendulang selepas istirahat siang kemudian sebelum sampai tempat pendulangan, Unyut terperangkap oleh longsoran kecil tanah dari tebing, kemudian 4 temannya langsung membantu untuk menyelamatkan, dan ketika penyelamatan tersebut kembali terjadi longsoran tanah kedua yang lebih besar dari pada yang semula yang mana ketinggian tebing kurang lebih 50 meter sehingga mengakibatkan ketiga orang terperangkap dalam tanah Sementara Sugeng berhasil menyelamatkan diri dari musibah tersebut," katanya.

Menindaklanjuti kabar tersebut, BPBD bersiap-siap melakukan penyelamatan.

Sementara warga di lokasi masih terus melakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Polsek.

"Sekarang ini kami persiapan ke lokasi kajadian bencana tanah longsor dan persiapan bantuan peralatan tindakan evakuasi. Lokasinya cukup jauh, dari Polsek Sungai Durian ke Gunung Puncak sekitar 5 KM dan ditempuh dengan berjalan kaki selama 4 hingga 5 jam," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved