Ramadhan 1440 H

Kumpulan Doa 10 Hari Pertama Ramadhan 1440 H/2019 M dalam Bahasa Arab dan Latin Beserta Artinya

Ini kumpulan doa 10 hari pertama Ramadhan 1440 H atau Ramadhan 2019 dalam bahasa Arab, Indonesia beserta artinya disajikan.

Kumpulan Doa 10 Hari Pertama Ramadhan 1440 H/2019 M dalam Bahasa Arab dan Latin Beserta Artinya
Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti
Jemaah Salat Tarawih di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Jumat (26/5/2017) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ini kumpulan doa 10 hari pertama Ramadhan 1440 H atau Ramadhan 2019 dalam bahasa Arab, Indonesia beserta artinya disajikan.

Mengisi bulan puasa atau bulan Ramadhan 1440 H, ada doa yang bisa dibaca di 10 hari pertama Ramadhan 2019.

Jelang penentuan 1 Ramadhan 1440 H/2019 yang berarti memasuki awal puasa Ramadhan, baiknya umat muslim mempersiapkan amalan di bulan suci. Limpahan rahmat di bulan suci Ramadhan bisa diraih melalui berbagai amalan. Satu di antaranya doa di 10 hari pertama Ramadhan.

Banyak jalan untuk menggapai surga. Beberapa diantaranya seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Surga merindukan empat orang : pembaca Alquran, orang yang mengekang lisannya, orang yang gemar memberi makan orang yang lapar, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.”

Baca: Pemerintah Tetapkan Awal Puasa 1 Ramadhan 1440 H Hari Ini, Cek Link Live Streaming Kompas TV & TVOne

Baca: Bacaan Niat Sholat Sunnah Tarawih Witir dan Niat Puasa Serta Doa Buka Puasa Ramadhan 1440 H/2019

Baca: 50 Contoh Ucapan Selamat Puasa Ramadhan 1440 H/2019 Cocok Untuk Instagram Whatsapp Facebook

Dikutip Banjarmasinpost.co.id dari situs nu.or.id edisi 14 Juni 2017, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LD PBNU) KH Maman Imanul Haq menjelaskan tiga fase yang ada di bulan Ramadhan.

Fase pertama disebut rahmat. Menurutnya, pada fase 10 hari pertama bulan Ramadhan ini, Allah menunjukkan bulan kasih sayang, bulan kedermawanan.

"Allah memberikan banyak kemudahan kepada kita untuk di bulan ini, memberikan kepedulian terhadap sesama," kata Kiai Maman pada acara Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa di Pesantren Sholawat Darut Taubah, Jakarta Pusat, Rabu (14 /6).

Kiai Maman mengingatkan bahwa, penerapan rahmat dalam hal dakwah juga perlu dilakukan. "Bahwa dakwah itu mengajak bukan mengejek, bahwa dakwah itu merangkul bukan memukul,bahwa dakwah itu harus ramah bukan marah, karena dakwah itu dakwah kasih sayang," terangnya.

Fase kedua, maghfirah (ampunan). Allah itu maha pengampun, maha menerima taubat. Oleh karenanya, ia meminta kepada hadirin untuk rajin berzikir dan meminta ampun kepada Allah. Syarat tobat sendiri, menurut Kiai Maman, terdiri atas tiga; ilmu, berzikir kepada Allah, dan menyesal.

Fase ketiga, itqun minan nar (pembebasan dari neraka). Kiai Maman menceritakan bahwa, di akhirat nanti terdapat surga dan neraka. Untuk masuk surga itu tidak sulit. Ia mencontohkan, menyingkirkan batu dari jalan yang sekiranya akan membahayakan orang itu bisa membuat masuk surga.

Halaman
1234
Editor: Murhan
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved