Ramadan 2019

Memasuki Ramadhan, ini Tips Menyajikan Makan Sahur yang Tepat Menurut Ahli Gizi RSUD Ulin

Memasuki Bulan Ramadhan tahun ini, dalam menyajikan makanan ketika sahur, Ahli Gizi Klinik RSUD Ulin, Banjarmasin, Wahyu Hardi Prasetyo menyarankan

Memasuki Ramadhan, ini Tips Menyajikan Makan Sahur yang Tepat Menurut Ahli Gizi RSUD Ulin
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Ahli Gizi Klinik RSUD Ulin, Banjarmasin, Wahyu Hardi Prasetyo 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Memasuki Bulan Ramadhan tahun ini, dalam menyajikan makanan ketika sahur, Ahli Gizi Klinik RSUD Ulin, Banjarmasin, Wahyu Hardi Prasetyo menyarankan beberapa hal.

Sebutnya, makan sahur merupakan sunah di dalam menjalankan ibadah puasa.

Akan tetapi makan sahur juga perlu menjadi perhatian kita untuk cerdas dalam memilih makanan untuk dikonsumsi tubuh yang tepat.

Hal itu agar selama menjalankan puasa dalam keadaan prima, tidak ada keluhan yang di dapat.

“Karena makan sahur hanya terjadi perubahan waktu makan, kita tetap makan teratur sesuai kaidah Ilmu gizi, makan sehat, seimbang, higienis dan aman sehingga tubuh anda selalu fit dan fresh selama menjalankan Ibadah puasa,” ucap Wahyu, Minggu (5/5/2019).

Ia menjelaskan, makan sahur sebagai perubahan dari waktu makan pagi.

Sehingga dalam makan tidak perlu dalam jumlah banyak.

Hanya dalam pembagian, Makan utama sahur (makan lengkap ada makan pokok atau penukar, lauk hewani dan nabati, sayur dan buah) sekitar 25 sampai 30 persen dari total kalori.

Begitu sekitar 30 menit barulah dianjurkan memakan selingan berkisar 10 sampai 15 persen total kalori.

Baca: Jadwal Pengumuman Awal Puasa 1 Ramadhan 1440 H, Hasil Sidang Isbat dari Kemenag RI Live di Kompas TV

Baca: Mesir Gali Makam Kuno Berusia 4.500 Tahun Milik Pejabat Zaman Firaun, Kondisinya Seperti ini

Baca: Alasan Nikita Mirzani Tolak Kunjungan Perwakilan Dipo Latief ke Rumah Sakit Jenguk Bayinya Terungkap

Baca: Bukti Kebohongan Syahrini Soal Undangan Luna Maya di Resepsi Incess dan Reino Barack via Fakta Ini?

“Makan sahur sangatlah berfungsi sebagai kalori untuk melakukan aktivitas pada jam berikutnya. Persiapan melaksanakan ibadah, dilanjutkan dengan aktivias masing masing, seperti bekerja dan lain-lain. Sehingga diperlukan asupan makan sahur yang komposisinya dengan gizi seimbang untuk tubuh,” jelasnya lagi.

Halaman
123
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved