Berita Kalbar

Sejak Menteri Susi Menjabat, Lebih dari 500 Kapal Pencuri Ikan Milik Asing Ditenggelamkan

Di lokasi terlihat ada kapal yang tampak menyirami kapal - kapal nelayan asing yang akan dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan.

Sejak Menteri Susi Menjabat, Lebih dari 500 Kapal Pencuri Ikan Milik Asing Ditenggelamkan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti saksikan pemusnahan 13 Kapal Ikan Asing di perairan laut Pulau Datok Kab Mempawah, Sabtu (4/5/2019). 

Humas PSDKP, Budianto menjelaskan bahwa penenggalaman kapal ini selain untuk membuat efek jera bagi nelayan asing Ilegal, juga sekaligus ditujukan untuk membuat terumbu karang buatan yang nantinya menjadi lokasi batu bagi ikan - ikan di wilayah perairan sekitar.

Baca: Menteri Susi Tenggelamkan 13 Kapal Vietnam di Perairan Pulau Datok, 90 Kapal Masih Belum Inkrah

"Untuk tanggal 4 ini kita menenggelamkan 13 Kapal ikan ilegal yang berasal dari negara Vietnam, kapal - kapal di lubangi dibangun lambung, kemudian di isi dengan pasir, lalu diisi air untuk ditenggelamkan, sehingga kapal tidak mengalami kerusakan yang berat, sehingga bisa menjadi semacam terumbu karang buatan didasar perairan untuk tempat tinggal ikan - ikan,"tuturnya.

Ia mengungkapkan, untuk kapal yang akan dimusnahkan dengan cara di tenggelamkan sendiri seluruhnya berjumlah 51 kapal.

"Secara keseluruhan, sampai saat ini, ada 51 kapal yang akan ditenggelamkan di seluruh Indonesia, untuk waktunya salah satunya kita laksanakan di Pontianak ini, dan sisanya nanti kita akan tentukan dalam waktu dekat,"tuturnya.

Selanjutnya, Mas Akcmad Santosa, Koordinator Staf Khusus / Penasehat Menteri dalam Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal mengungkapkan bahwa kapal nelayan asing yang sudah di tenggelamkan sejak jaman menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti hingga hari ini akan mencapai 529 kapal.

"Dari mulai eranya ibu Susi Pudjiastuti sampai dengan sekarang, semuanya itu kapal negara asing pada umumnya, dan paling banyak Vietnam, jadi dari 529, 350 kapal nya itu dari negara Vietnam, lalu ada malaysia, Thailand, Taiwan,"ungkapnya

Baca: Faul dari Aceh Juara LIDA 2019, Puput Kedua, Inilah Detik-detik Menegangkan Pengumuman Pemenang

Ia pun menegaskan bahwa Penenggelaman kapal ikan asing ilegal saat ini merupakan cara yang tepat untuk memberikan efek jera.

"Oleh sebab itu menurut saya, lelang itu tidak dilakukan lagi, terutama untuk kapal ikan asing, oleh sebab itu penenggelaman itu menjadi penting, karena itu ada syok terapi, apalagi buat negara asing, dan Indonesia dikenal Dunia, karena ketegasan, karena perlu ada simbol - simbol bahwa untuk menunjukan bahwa negara - negara itu tegas didalam ilegal fishing, dan efeknya pertama adalah masyarakat dunia memberikan penghargaan yang tinggi kepada Indonesia, dan saya kira ada efek tangkalnya juga bagi negara - negara lain, yang sering masuk ke laut Natuna Utara, untuk hati - hati masuk ke wilayah negara kita,"paparnya.

Lalu, usai acara peneggelaman Kapal Menteri Kalautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti mengatakan pihaknya ingin memastikan bahwa kapal - kapal ini dipastikan tenggelm, oleh sebab itu dirinya hadir langsung menyaksikan proses peneggelaman kapal - kapal tersebut.

Selain 51 kapal yang sudah mendapat ketetapan hukum untuk di tenggelamkan, dirinya mengatakan masih ada 90 Kapal lagi yang dalam proses persidangan yaknii Banding dan kasasi, dan dirinya berharap seluruhnya dapat mendapat putusan di menangkan negara dan di tenggelamkan.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved