Berita Tanahlaut

Banyak Dapat Komplain Tahun Lalu, Jadi Alasan DPRD Tanahlaut Tidak Pakai Penjahit Lokal

Dipilihnya penjahit dari Banjarmasin untuk menjahit pakaian pelantikan anggota DPRD Kabupaten Tanahlaut yang baru,bukan penjahit lokal atau penjahit

Banyak Dapat Komplain Tahun Lalu, Jadi Alasan DPRD Tanahlaut Tidak Pakai Penjahit Lokal
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Sekretaris DPRD (Sekwan) Tanahlaut, H Ahmad Taufik 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dipilihnya penjahit dari Banjarmasin untuk menjahit pakaian pelantikan anggota DPRD Kabupaten Tanahlaut yang baru,bukan penjahit lokal atau penjahit dari Pelaihari sendiri tentunya disebut Sekretaris DPRD Kabupaten Tanahlaut, H Achmad Taufik karena saat hasil pakaian pelantikan terdahulu banyak dikomplain oleh anggota DPRD yang dilantik.

"Banyak yang komplain karena ukuran ada yang tidak sesuai dan masalah lain," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Senin (6/5/2019).

Taufik mengaku juga bukan tak memilih penjahit lokal namun ia memilih atas persetujuan bersama.

"Tahun kemarin kami disalahkan karena ada kesalahan ukuran dan lain-lain jadi tahun ini kami pilih penjahit dari lain lagi," sebutnya.

Ia mengatakan juga tak menganggap penjahit lokal tidak profesional atau tidak baik. Namun dari pengalaman tahun lalu hasilnya tidak sesuai yang diharapkan.

"Bukan tidak baik, mungkin kami yang kurang referensi dan kalau memang ada yang bagus silakan untuk diusulkan ke kami," tambahnya.

Sebagai perwakilan rakyat ia mengatakan bukan tak mendukung penjahit lokal atau tak memberdayakan penjahit lokal namun pemilihan penjahit dari Banjarmasin atas keputusan bersama sekretariat DPRD Tanahlaut.

Ia berharap penjahit lokal juga bersaing dan terus meningkat kualitas.
"Penjahit lokal juga tak semua tidak baik, silakan kalau ada yang mau menjahit untuk diusulkan," ujarnya.

Sebelumnya DPRD Kabupaten Tanahlaut rencananya takkan lagi menggunakan penjahit lokal atau penjahit asli Kabupaten Tanahlaut untuk persiapan pelantikan anggota DPRD Kabupaten Tanahlaut mendatang.

Hal itu dikarenakan penjahit lokal atau penjahit Pelaihari dianggap kurang profesional dalam memenuhi target dan kekeliruan dalam ukuran khususnya penjahit yang sebelumnya menjahit pakaian pelantikan anggota DPRD jabatan 2016 hingga 2019 lalu.

Jika pakaian lokal bisa sekitar dua jutaan biaya jahit pakaian dari Banjarmasin mencapai tiga juta rupiah belum pajak. Otomatis anggaran pelantikan anggota DPRD Kabupaten Tanahlaut tahun ini bakal naik dari tahun lalu.

Selain biaya penjahit pakaian, saat pelantikan juga akan diberikan pun emas poles seberat enam gram.
"Totalnya mungkin sekitar Rp 189 juta tahun ini untuk pakaian dan pin, karena semua dikali 35 orang anggota DPRD yang baru," ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved