Jendela

Bulan Harapan

Akankah Ramadan kali ini membuat kita kembali ke jalur yang benar, di mana nafsu dikendalikan oleh ruh dalam cahaya iman dan amal kebaikan?

Bulan Harapan
istimewa/mujiburrahman
Profesor Dr H Mujiburrahman MA Rektor UIN Antasari 

Ramadan kembali datang, mengingatkan kita akan lingkaran itu dan titik pusat lingkaran. Hawa nafsu sering membuat manusia melampaui batas. Seolah dia akan hidup selamanya. Seolah kekuasaan dan kekayaan akan terus dalam genggamannya.

Tidak! Hari ini Ramadan datang, sebagaimana dulu dia datang. Suatu hari kelak dia takkan lagi menyapamu karena lingkaran hidupmu telah berakhir.

Siapakah yang mengawali dan mengakhiri lingkaran hidupmu? Dia-lah Sang Pencipta, yang seharusnya menjadi pusat, arah dan tujuan hidup kita. Dia-lah titik tengah lingkaran, seperti Ka’bah yang dikelilingi orang tawaf. Ketika kita lupa akan pusat hidup itu, kita akan semakin menjauh di pinggiran.

Kita akhirnya melampaui batas. Hidup sekadar memuaskan nafsu belaka. Kita hanya senang tetapi tidak bahagia.

Ramadan kembali datang, setelah 11 bulan meninggalkan kita. Inilah kesempatan emas untuk membina diri dalam keteraturan yang membahagiakan. Kita hidup di era serba berlebihan. Konsumsi berlebihan serta nafsu kuasa dan harta yang tak terkendali.

Akankah Ramadan kali ini membuat kita kembali ke jalur yang benar, di mana nafsu dikendalikan oleh ruh dalam cahaya iman dan amal kebaikan?

Alhasil, penampakan bulan yang berubah secara teratur adalah pelajaran tentang kegagalan dan keberhasilan, perjuangan dan harapan. Ramadan adalah harapan besar bagi kaum beriman untuk meraih pengampunan dan kedekatan kepada-Nya. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved