Pilpres 2019

Alasan di Balik Keresahan Kubu 02 Mengenai Situng KPU, Minta Diaudit Sampai Dihentikan 

Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah melaporkan kesalahan itu kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU.

Alasan di Balik Keresahan Kubu 02 Mengenai Situng KPU, Minta Diaudit Sampai Dihentikan 
Instagram/@sandiuno
Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno 

"Aktivis-aktivis sudah menemukan begitu banyak permasalahan terkait data entry di situng. Oleh karena itu perlu sistem ini diaudit agar tuduhan bahwa ini berpola dan hanya menguntungkan paslon tertentu itu bisa dihindarkan," kata Sandiaga di Bandung, seperti dikutip dari Kompas TV, Senin (6/5/2019).

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno saat memgajari para peserta pelatihan OK OCE untuk selfie dengan produk di Kantor Kelurahan Kayu Manis, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019)(KOMPAS.com/Ryana Aryadita)
Menurut dia audit ini penting.

Baca: Alasan Sandiaga Menolak Ungkapkan Lokasi Penghitungan Suara

Permintaan ini bukan karena suaranya dan Prabowo kalah dari pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Melainkan demi menjamim kualitas pemilu itu sendiri.

"Karena ini bukan hanya soal kalah menang, yang melaporkan kecurangan ini dua kubu, baik di 01 atau 02. Untuk memastikan pemilu jujur adil dan kita menghadirkan pemilu yang berkualitas, sudah saatnya kita audit apa yang terjadi sampai berulang kali terjadi kesalahan data entry," ujar dia.

Sebelum Sandiaga, BPN Prabowo-Sandiaga juga telah membuat permintaan yang lebih ekstrim. Mereka meminta agar proses penghitungan lewat Situng dihentikan. Salah satu anggota BPN yang menyampaikan permintaan ini adalah Fadli Zon.

"Pendapat saya pribadi, saya merasa bahwa memang Situng ini sudah bermasalah. Kalau barang yang bermasalah ya sebaiknya dihentikan, karena ini akan menimbulkan keresahan," kata Fadli.

Menurut dia, menghentikan proses peghitungan suara melalui Situng tidak akan berpengaruh karena hasil akhir pemilu. Sebab hasil pemilu akan ditetapkan melalui penghitungan manual berjenjang.

Penolakan KPU
KPU pun menjawab keresahan-keresahan BPN atas Situng itu. Salah satunya Komisioner KPU Ilham Saputra yang menjawab permintaan Sandiaga Uno, soal audit Situng.

Ilham mengatakan KPU telah lebih dulu mengaudit sistem itu sebelum digunakan dalam Pemilu 2019.

"Sudah diaudit di awal oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)," kata Ilham.

Baca: Sandiaga Bantah Pernah Mengatakan ini, Tunggu Kesempatan Bertemu KH Maruf Amin

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved