Berita Tanahlaut

Bupati Tanahlaut Sukamta Sebut Belum Bisa Tambah Pos BPBD di Kecamatan karena Alasan Ini

Masih belum semua kecamatan di Tanahlaut memiliki pos BPBD untuk semua bencana yang terjadi di kecamatan dibenarkan Bupati Tanahlaut H Sukamta.

Bupati Tanahlaut Sukamta Sebut Belum Bisa Tambah Pos BPBD di Kecamatan karena Alasan Ini
banjarmasinpost.co.id/milna
Posko BPBD kecamatan Bati-Bati yang menjadi satu dari lima posko di kecamatan di Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masih belum semua kecamatan di Tanahlaut memiliki pos BPBD untuk semua bencana yang terjadi di kecamatan dibenarkan Bupati Tanahlaut H Sukamta.

Terangnya saat dihubungi, Selasa (7/5/2019) memang belum semua kecamatan memiliki pos. Namun penambahan pos terangnya belum bisa dilakukan karena masih menunggu pemindahan aset pos.

Pos BPBD yang didalamnya terdapat petugas dan mobil pemadam rencananya akan dipindahkan asetnya dari milik BPBD Kabupaten Tanahlaut menjadi milik Damkar Satpol-PP dan Damkar Tanahlaut.

"Kita pindahkan dulu, kalau sudah asetnya milik Satpol-PP dan Damkar baru untuk rencana penambahan tapi itu menunggu hasil studi Damkar dulu apa perlu ditambahkan posnya di kecamatan atau tidak," terangnya.

Baca: Terungkap, Pengendara Motor Mau Memutar Balik di Lianganggang, Sebelum Tewas Tertabrak Innova

Selain rencana penambahan pos, bisa saja terang Sukamta ada penambahan personel atau petugas di pos kecamatan.

"Tergantung permintaan Satpol-PP dan Damkar nanti," ujarnya.

Sehingga penambahan pos dan personil hingga kini takkan bisa dilakukan sebelum selesainya pemindahan aset.

Sebelumnya saat ini diketahui juga tak semua kecamatan di Kabupaten Tanahlaut memiliki pos pemadam kebakaran dari BPBD.

Dari 12 kecamatan di Tanahlaut hanya ada lima kecamatan yang memiliki pos pemadam yaitu Bati-Bati, Kintap, Jorong, Kurau, dan Takisung.

Baca: Pacaran dan Menangis Membatalkan Puasa? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad Pas untuk Ramadhan 1440 H

Sementara sisanya misalnya Pelaihari berada tak jauh dari pusat kota, sedangkan kecamatan yang jauh dari pusat kota misalnya Panyipatan dan Batu Ampar terpaksa harus gigit jari, termasuk Tambang Ulang yang menjadi salah satu daerah rawan titik kebakaran hutan dan lahan.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved