Berita Nasional

Densus 88 Diminta Waspadai Aksi Teroris Jelang Pengumuman Hasil Pemilu, Fokus Tempat Keramaian

Menjelang pengumuman Pemilu 2019 aksi teroris harus terus diwaspadai menyusul penangkapan delapan terduga teroris

Densus 88 Diminta Waspadai Aksi Teroris Jelang Pengumuman Hasil Pemilu, Fokus Tempat Keramaian
(KOMPAS.com/Idon Tanjung)
Petugas mengamankan sejumlah barang bukti setelah menggeledah gelanggang mahasiswa Fisip UR, Jumat (2/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menjelang pengumuman Pemilu 2019 aksi teroris harus terus diwaspadai menyusul penangkapan delapan terduga teroris yang tergabung dalam jaringan kelompok jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.

Hal itu dikemukakan Pengamat terorisme Al Chaidar terkait dengan kemungkinan aksi serangan teroris di saat pengumuman Pemilu 2019.

 Ia mengatakan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anteror Polri diharapkan fokus mewaspadai tempat keramaian yang terdapat banyak anggota kepolisian dan warga negara asing.

Baca: Jadwal Buka Puasa (Azan Magrib) Hari Ke-2 Ramadhan, 7 Mei 2019 Jakarta, Bandung, Surabaya & Lainnya

Baca: Hj Enong Tetap Bertahan dengan Bolu Gulung, Tiga Varian ini yang Paling Banyak Dicari

Baca: Guru SD di Binjai Palsukan Surat Kematian, Terima Gaji Tujuh Tahun Tanpa Mengajar Rp 435 Juta

Hal itu menyusul penangkapan delapan terduga teroris yang tergabung dalam jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung. Mereka berencana akan melakukan aksi amaliah di Jakarta saat pengumuman hasil Pemilu 2019 dan di pos polisi Jati Asih, Bekasi.

"Tempat keramaian harus jadi fokus pengamanan, selain pengamanan agenda pemilu," ujar Chaidar kepada Kompas.com, Selasa (7/5/2019).

Chaidar menuturkan, Densus 88 perlu terus mewaspadai potensi sasaran lain dari para teroris yang ingin melakukan aksi amaliah.

Merujuk aksi teror yang ada di luar negeri, seperti di Sri Lanka dan Filipina, sasaran aksi teror ialah tempat keramain yang terdapat banyak anggota kepolisian dan WNA.

Selain itu, lanjutnya, kelompok JAD Lampung juga memiliki modal sumber daya manusia dan logistik yang mumpuni untuk melakukan aksi teror.

"Mereka telah melakukan pengaderan secara struktural yang melibatkan sejumlah orang di luar Lampung. Selain itu, sejumlah simpatisan jaringan teroris tersebut juga telah mengumpulkan uang untuk merencanakan aksi teror," ungkapnya kemudian.

Seperti diketahui, Densus 88 Antiteror Polri menangkap delapan terduga teroris jaringan JAD Lampung di Bekasi, Tegal, dan Bitung (Sulawesi Utara) pada Kamis (2/5/2019), Sabtu (4/5/2019), dan Minggu (6/5/2019). Mereka adalah RH, M, SL, AN, MC, MI, IF, dan T.

Baca: Tangis Vanessa Angel yang Terjerat Kasus Prostitusi Artis Jalani Puasa Ramadhan, Ingat Sosok Ini

Baca: 3 Waktu Tepat Untuk Berdoa di Ramadhan 1440 H/2019, Simak Juga Doa Hari Kedua Puasa

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Dedi Prasetyo menuturkan, delapan terduga teroris tersebut merupakan sebuah kelompok yang terstruktur yang dikomandoi oleh SL.

"Kelompok terduga teroris inisial SL adalah jaringan terorisme yang terstruktur, artinya mereka sangat kuat. Mereka sudah dimonitor sejak 2014 dan disahkan oleh JAD Indonesia yang dipimpin Komandan Abdul Rahman," pungkas Dedi dalam konferensi pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jelang Pengumuman Hasil Pemilu, Densus 88 Diminta Waspadai Tempat Ramai Anggota Polisi dan WNA"

Penulis : Christoforus Ristianto

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved