Berita Kabupaten Banjar
Kadar Hb Pasien Kanker Payudara Aluhaluh Masih Rendah, Tindakan Medis Ini Tertunda
Kadar hemoglobin (Hb) pasien kanker payudara, Sanah (46) masih rendah. Rencana tindakan medis berupa kemoterapi (kemo) pun urung dilakukan.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kadar hemoglobin (Hb) pasien kanker payudara, Sanah (46) masih rendah. Rencana tindakan medis berupa kemoterapi (kemo) pun urung dilakukan.
"Sesuai hasil pemeriksaan petugas medis, kemarin, Hb ibu saya masih rendah. Jadi, belum kemonya belum bisa. Begitu kemarin bilangnya," ucap Mistah, anak sulung Sanah, Selasa (07/05/2019).
Kemoterapi adalah penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan untuk merawat kanker.
Sedangkan hemoglobin adalah adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh, pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh.
Baca: Tiga Hari Rawat Inap di RSUD Ulin Banjarmasin, Begini Kondisi Sanah, Pasien Kanker Payudara Aluhaluh
Berapa Hb Sanah? "Masih 7, baru bisa dikemo kalau angkanya sudah mencapai 10. Tapi, kemarin itu ada dicek lagi, tapi haislnya bagaimana, saya belum tahu," tandas Mistah.
Ia menuturkan sejak kondisi kesehatan ibundanya membaik sejak menjalani rawat inap di RSU Ulin, Banjarmasin. Saat ini tinggal menunggu meningkatnya kadar Hb untuk penanganan kemoterapi.
Pasien kanker payudara warga RT 03 Desa Simpangwarga, Kecamatan Aluhalih Besar, Kabupaten Banjar (Kalsel), itu dirawat inap di RSU Ulin sejak Jumat (03/05/2019) pagi. Ia dirawat Ruang Tulip lantai dasar nomor 7
Sebelumnya Sanah sepekan dirawat inap di RSUD Ratu Zalecha, Martapura, Kabupaten Banjar. Kemudian dirujuk ke RSU Ulin mengingat di RS Raza tak memiliki perlengkapan memadai untuk tindakan kemoterapi.
Sesuai rujukan tersebut, Kamis (02/05/2019) pagi Sanah diantar petugas Puskesmas Aluhaluh ke RSU Ulin, di Poliklinik Onkologi. Namun, saat itu ia cuma diberi obat dan cukup rawat jalan. Sanah pun pulang dengan diantarkan relawan Bankom Emergency menggunakan ambulans pinjaman dari PMI setempat.
Baca: Guru SD di Binjai Palsukan Surat Kematian, Terima Gaji Tujuh Tahun Tanpa Mengajar Rp 435 Juta
Mendengar Sanah tak dirawat inap dan kembali pulang, Jumat pagi relawan dari Cancer Information Support Center (CISC) Banjarmasin dan Forum Komunikasi Mahasiwa Kabupaten Banjar (FKMKB) bergerak ke Simpangwarga.
Mereka menjemput dan mengantar Sanah kembali ke RSU Ulin. Sanah langsung dibawa ke UGD dan kemudian dirawat inap hingga hari ini.
Sanah mengidap kanker payudara (kiri) sejak setahun silam. Kondisinya cukup parah karena telah berada pada stadium empat.
(banjarmasinpost.co.id/roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/evakuasi-petugas-medis-rsud-ulin-menurunkan-sanah.jpg)