Tajuk

Suka Duka Rekapitulasi

Dari hasil rekapitulasi KPU mulai tampak hasil pemilu. Para calon anggota legistatif (caleg) mulai bisa melihat siapa yang bakal duduk di kuris dewan.

Suka Duka Rekapitulasi
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Suasana Rekapitulasi Suara Pemilu 2019 oleh KPU Kota Banjarmasin, Sabtu (4/5/2019) 

BAJARMASINPOST.CO.ID - Rekapitulasi penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 terus berlangsung. Berdasarkan jadwal, Selasa 7 Mei 2019, merupakan hari terakhir rekapitulasi untuk tingkat kabupaten kota.

Selanjutnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota mulai menyerahkan hasil rekapitulasi ke KPU provinsi.

Dari hasil rekapitulasi KPU kabupaten/kota mulai tampak hasil pemilu. Para calon anggota legistatif (caleg) mulai bisa melihat siapa yang bakal duduk di kursi dewan kabupaten/kota. Saat itu pula mulai tampak siapa saja caleg yang tersenyum dan siapa saja caleg yang bersedih. Tentu saja melihat kursi yang tersedia di DPRD kabupaten kota, banyak caleg yang bersedih.

Memang sebelumnya, para caleg bisa merasakan apakah mereka terpilih atau tidak. Ini berdasarkan data hasil peroleh suara yang didapat di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun data tersebut belum resmi. Berbeda dengan data yang dikeluarkan di KPU. Setidaknya data dari KPU menunjukkan peringkat perolehan suara caleg.

Selanjutnya, mulai Rabu (8/5), rekapitulasi dari KPU kabupaten kota diserahkan ke KPU provinsi. Hingga Minggu (5/5) sudah ada sembilan KPU kabupaten kota yang menyerahkan hasil rekapitulasinya ke KPU Kalimantan Selatan. Hari ini diyakini semua KPU kabupaten kota telah menyerahkannya. Selanjutnya dapat diketahui siapa saja yang bakal duduk di DPRD provinsi. Seiring dengan itu makin banyak lagi caleg yang berduka.

Suka dan duka karena menang dan kalah merupakan konsekuensi sebuah lomba atau pertandingan. Persoalannya adalah bisa menerima atau tidak. Memang kerap para kandidat melakukan ikrar bersama siap menang dan siap kalah. Namun di akhir kompetisi, siapa yang ikhlas dan tidak, akan terlihat.

Bagi mereka yang berada di luar arena, hal itu terlihat mudah. Namun tidak demikian dengan yang mengikutinya. Apalagi jika banyak uang telah dikeluarkan, tabungan telah dikuras, mobil atau rumah telah dijual. Belum lagi bila tagihan utang menunggu.

Harus disadari pemilihan seperti perjudian. Tidak boleh mempertaruhkan segalanya. Namun judi itu memabukkan. Apalagi yang diperebutkan kekuasaan.

Namun arena tidak selamanya buka. Akan ada penutupan. Sebentar lagi Pemilu 2019 berakhir. Biarkan yang kalah bergelut dengan diri mereka. Kita lebih baik menatap ke depan, memantau anggota dewan dan presiden serta wakil presiden yang baru. Agar tidak bernasib sama dengan para caleg yang gagal, kita pun perlu mempersiapkan diri jika mereka yang terpilih tidak sesuai dengan harapan dan menjadikannya pelajaran untuk pemilihan selanjutnya. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved