Berita Tanahlaut

Ternak Sering Terganggu, Instansi Ini Larang Warga Buang Kucing

larangan membuang kucing di kawasan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Pelaihari di Desa Sungai Jelai bertambah

Ternak Sering Terganggu, Instansi Ini Larang Warga Buang Kucing
Banjarmasinpost.co.id/milna sari
Larangan membuang kucing di kawasan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Pelaihari di Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Baru-baru ini papan larangan membuang kucing di kawasan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Pelaihari di Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan bertambah.

Pada awalnya hanya ada satu papan larangan, namun kini bertambah menjadi dua papan yang dipasang di depan pagar kantor.

Kasubag TU BPTU HPT Pelaihari, Any Sukensi membenarkan, pihaknya memasang larangan itu. Hal itu lantaran banyaknya warga yang membuang kucing di kawasan BPTU HPT Pelaihari.

Baca: 16 Ucapan Selamat Sahur dan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Hari Ke-3 Ramadan 1440 H

Baca: 10 Amalan Sunnah Puasa, Satu di Antaranya Makan Sahur Saat Ramadhan 1440 H/2019

Baca: Tunda Pembangunan Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Pemkab HST Prioritaskan Pembangunan di Sini

"Kemarin-kemarin setiap hari ada saja yang buang kucing di sini, jadi karena sudah bosan dan capek mengurus kucing-kucing buangan warga jadi kita pasang saja larangan itu," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (7/5/2019).

Tak hanya satu ekor kucing, warga terangnya juga membuang kucing lengkap dengan anaknya. "Iya sampai anak-anaknya yang kecil-kecil itu juga ada dibuang," sebutnya.

Kejadian warga membuang kucing tersebut terangnya sudah terjadi sejak lama. Puncaknya mereka pun berinisiatif untuk membuat papan larangan.

Sejak sebulan ini dipasang papan larangan warga yang ingin membuang kucing di kawasan itupun ujar Any berkurang.

"Kami sudah kerepotan membuang kucing, setelah kami buang lagi nanti datang lagi kucing yang baru, terus seperti itu dan akhirnya kami bosan memburu kucing yang datang dan nambah tugas kami yang juga sudah banyak," jelasnya.

Memang sebut Any alasan masyarakat membuang kucing di BPTU HPT Pelaihari bisa jadi dikarenakan kawasan sepi dan dianggap BPTU HPT adalah tempat pemeliharaan hewan. Padahal sebutnya pihaknya tak memelihara semua hewan, hanya hewan ternak misalnya itik, kambing, dan sapi yang dipelihara di BPTU HPT.

Sementara tambah Dokter Hewan BPTU HTP Pelaihari, Widi larangan membuang kucing di kawasan BPTU HPT Pelaihari dikarenakan kucing membawa penyakit toksoplasma ke ternak kambing.

"Tidak menularkan tapi dari kotoran kucing itu kan terbawa ke kambing, kami mendeteksi ada kambing yang terserang toksoplasma jadi langkah yang harus diambil ya dengan larangan adanya kucing di kawasan ternak kami," jelasnya.

Memang harusnya ujar Widi kawasan ternak dan pembibitan di BPTU HPT harus steril tanpa ada gangguan. Namun berbeda dengan di Pelaihari dimana ada banyak kucing yang bisa mengganggu ternak. Ternak itik misalnya diganggu kucing dengan cara kucing memainkan anak itik.

"Tidak dimakan tapi anak itik itu dimainkan sama kucing dan akhirnya stress dan mati," sebutnya.

Baca: Kata Ustadz Abdul Somad Soal Mimpi Basah di Ramadan, Cara & Niat Mandi Junub di Ramadhan 2019 1440 H

Baca: Wakili Kalsel Dalam LombaTingkat Nasional, Ini yang Dilakukan Posyandu Sungai Rukam Tabalong

Kucing yang biasa ditemukan di kawasan BPTU HPT pun terang Widi terpaksa pihaknya buang kembali ke TPA Bakunci Pelaihari.

" Disana kan makanannya banyak dan lebih memudahkan Dinas Kesehatan Hewan untuk mendeteksi jumlah kucing liar," ujarnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)
 

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved