Berita Tabalong

Turunkan Angka Malaria, Dinkes Tabalong Berikan Perhatian Khusus di Perbatasan

Daerah perbatasan dengan hutan Kalimantan Timur pun menjadi perhatian dalam pencegahan penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles.

Turunkan Angka Malaria, Dinkes Tabalong Berikan Perhatian Khusus di Perbatasan
Dari Dinkes Tabalong untuk BPost
Dinkes Tabalong memberikan kelambu kepada warga untuk mencegah gigitan nyamuk anopheles yang menyebarkan malaria. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong saat ini tengah berupaya untuk menjadikan Kabupaten Tabalong bertahan di zona hijau untuk pencegahan penyakit malaria.

Daerah perbatasan dengan  hutan Kalimantan Timur pun menjadi perhatian dalam pencegahan penyakit yang ditularkan nyamuk Anopheles.

Wilayah yang masih mendapat perhatian lebih dalam penanganan malaria seperti Desa Binjai Kecamatan Muara Uya.

Baca: LIVE Streaming RCTI Head to Head & Prediksi Skor Liverpool vs Barcelona di Semifinal Liga Champions

Baca: Emosi Billy Syahputra Tak Tertahan Saat Bertemu Hilda Vitria, Uya Kuya dan Iis Dahlia Jadi Saksi

Baca: Gelar Buka Bersama, Montana Syariah Hotel Undang Anak Yatim dan Bagikan ini

Kepala Dinas Kesehatan dr H Taufiqqurrahman mengatakan pemberantasan malaria tetap dilakukan meskipun sudah bukan masuk dalam rawan malaria.

"Kita saat ini berusaha untuk menekan angka malaria, jika selama tiga tahun berturut turut bisa mempertahankan maka akan mendapat sertifikat eliminasi dari kementria keseharan RI," ujarnya.

 Saat ini pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencegahab dengan memberukan jelambu kepada parabpekerja yang memasuki daerah hutan.

“Kita tidak melarang mereka merambah hutan, artinya sebelum itu mereka dibekali dengan obat pelaksis malaria, dan membawa kelambu dan membawa alat traveler maupun pemeriksaan darah dan penyuluhan.” pungkasnya.

Kasus malaria di Tabalong pada tahun 2016 ada sekitar 1770 kasus malaria, dan mengalami penurunan secara segnifikan pada 2017 dengan menjadi 297 kasus. Dan pada 2018 bisa kembali menurunkan angka kasus menjadi kurang dari 200 kasus.

Dengan demikian Kabupaten Tabalong berhasil keluar dari zona merah menjadi zoba hijau, dan untuk menjadi eliminasi malaria harus terus menekan angka kasus malaria bibawah 200 selama dua tahun kedepan.

Untuk menekan angka kasus malaria Dinas Kesehatan memiliki program Gema Bersinar alias Gerakan Masuk Hutan Berantas dan Atasi Malaria.

Baca: Ternak Sering Terganggu, Instansi Ini Larang Warga Buang Kucing

Baca: Ini Doa 10 Hari Pertama Ramadhan 2019 / 1440 H Fase Rahmat Allah SWT, Bahasa Arab & Latin Lengkap

 Secara langsung kader melakukan portal pembebasan malaria dengan cara memeriksa darah warga yang akan masuk hutan, memberikan penyuluhan mengenai cara pencegahan serta memberikan kelambu dan obat obatan.

 "Kami langsung datang ke warga yang akan masuk hutan dan membagikan kelambu secara gratis, klambu tersebut diharapkan dapat membantu warga agar tidak digigit nyamuk saat tinggal didalam hutan," ujarnya. Dan cara ini terbukti ampuh dengan terus menurunnya angka kasus malaria di Tabalong. (Banjarmasibpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved